Disulap Empat Hari, Wisma Atlet Siap Beroperasi Jadi Rumah Sakit Khusus COVID-19
  • Home
  • Berita
  • Disulap Empat Hari, Wisma Atlet Siap Beroperasi Jadi Rumah Sakit Khusus COVID-19

Disulap Empat Hari, Wisma Atlet Siap Beroperasi Jadi Rumah Sakit Khusus COVID-19

JAKARTA – Pemerintah terus meningkatkan upaya dalam pencegahan penyebaran virus corona (COVID – 19) dan penanganan pasien. Hanya dalam waktu empat hari, Wisma Atlet Kemayoran telah disulap dan hari ini siap beroperasi sebagai rumah sakit darurat penanganan COVID-19.

Kepala Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Doni Monardo selaku ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menyatakan, sarana prasarana terus dilengkapi. Rumah sakit darurat ini mampu menampung sekitar 2.500 pasien.

Doni Monardo telah meninjau kesiapan Wisma Atlet pada Minggu (22/3/2020) bersama beberapa orang menteri dan Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto. Ikut dalam peninjauan antara lain Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri PUPR dan Menteri BUMN Erick Thohir.

“Dalam empat hari Wisma Atlet disulap menjadi rumah sakit, bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk swasta. BUMN akan mensuplai kebutuhan-kebutuhan RS Darurat Penanganan Covid-19 ini, baik peralatan kesehatan, obat-obatan, alat pelindung diri dan masker, serta jaringan telekomunikasi hingga 500 MB,” kata Doni.

Sarana-sarana lain terus dilengkapi sementara pasien akan diklasifikasi, mana yang harus masuk di ruang isolasi dan ruang observasi. Ada beberapa gedung yang sudah di-upgrade menjadi tempat perawatan pasien Covid-19. Diantaranya ada empat gedung.

“Khusus gedung atau Tower 6 dan 7 dilengkapi peralatan seperti laboratorium dan ruang radiologi, ruang isolasi (ICU maupun non ICU) untuk merawat pasien Corona,” ujarnya.

Doni menerangkan, RS Penanganan Darurat COVID-19 akan dibagi dalam tiga zona. Pertama Zona Hijau, yaitu di tower 1. Akan diisi oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

“Hanya orang yang berkepentingan yang dapat memasuki daerah ini. Termasuk di dalamnya dari pihak TNI, Polri, BNPB dan kelompok relawan,” sebutnya.

Kemudian Zone Kuning, adalah Tower 3, akan diisi oleh Dokter, Perawat dan Petugas Paramedis lainnya. Serta Zone Merah di Tower 6-7, adalah RS Darurat Penanganan Covid-19. Hanya mereka yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap yang dapat masuk ke zona ini selain pasien.

Para tenaga medis terdiri dari tenaga medis TNI, Polri, BUMN termasuk dari rumah sakit swasta dan kelompok yang memiliki kemampuan untuk memberikan tenaganya.

Sementara itu, Markas Besar Angkatan Darat Pusat Kesehatan kemarin (22/3), telah mengirimkan 155 personil kesehatan angkatan darat ke RS Darurat Penanganan Covid-19 di Kemayoran.

Terdiri dari 11 dokter spesialis, 30 dokter umum, 1 apoteker, 3 asisten apoteker, 5 analis laboratorium, 5 penata rontgen, 50 perawat umum, 50 personil non medis. Mereka akan bertugas selama 1 bulan, sesuai surat nomor B/882/III/2020 tertanda Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Darat, Mayjen TNI dr. Tugas Ratmono.

TNI juga memiliki 109 rumah sakit mulai dari tingkat satu, dua, tiga dan empat yang ada di seluruh Indonesia. Saat ini sudah dan sedang dipersiapkan sebagai ruang isolasi. Setiap rumah sakit mampu menampung 10 sampai 30 pasien Covid-19.

Disamping itu, rumah sakit milik BUMN dapat juga digunakan untuk menampung pasien terpapar Covid-19. Termasuk rumah sakit darurat yang ada di Pulau Galang maupun di Wisma Atlet ini. Semuanya di bawah kendali dari Kepala Gugus Pusat maupun Daerah. (*)

Berita Terkait

Leave a Reply