Diduga Karena Rembesan, BBM Pertalite di SPBU Mata Air Tercampur Air
  • Home
  • Berita
  • Diduga Karena Rembesan, BBM Pertalite di SPBU Mata Air Tercampur Air

Diduga Karena Rembesan, BBM Pertalite di SPBU Mata Air Tercampur Air

PADANG – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Mata Air Kecamatan Padang Selatan mendadak jadi perhatian, Jumat (24/11) pagi. Pasalnya, beberapa kendaraan mengalami kerusakan setelah mengisi bahan bakar jenis Pertalite.

Usut punya usut, ternyata kerusakan kendaraan usai mengisi bahan bakar tersebut disebabkan bahan bakar pertalite yang diisi tercampur air. Air diduga berasal dari rembesan pada tangki penyimpanan BBM jenis Pertalite di SPBU milik PT Pertamina itu.

Manajer Komunikasi PT Pertamina Wilayah Pemasaran Padang, Sumatera Barat Rudi Ariffianto dihubungi wartawan mengakui ada rembesan air ke tangki penyimpanan BBM jenis Pertalite di SPBU tersebut.

“Penyebabnya adalah karena ada rembesan air di tangki penyimpanan BBM jenis Pertalite,” terangnya.

Terjadinya rembesan air yang masuk ke tangki penyimpanan BBM jenis Pertalite karena hujan lebat yang terjadi sejak Kamis (23/11) sore hingga malam hari. Air masuk melalui bagian atas penutup tangki penyimpanan.

“Karena kejadiannya pada malam hari, rembesan ini belum diketahui ketika petugas pengisian melayani pelanggan pada pagi hari karena jadwal pengecekan oleh petugas pengawas quality control pada pukul 06.00 Wib,” terangnya.

Dia menambahkan, dari empat tangki penyimpanan di SPBU tersebut, hanya tangki penyimpanan Pertalite yang terkena rembesan air. Untuk itu, pihaknya akan melakukan perbaikan yang diperkirakan akan memakan waktu selama 14 hari.

Untuk kendaraan yang telah terlanjur diisi Pertalite yang tercampur, diperbaiki oleh pihak SPBU sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat pelanggan. Sementara selama masa perbaikan tangki dilakukan, SPBU Mata Air tidak melayani pengisian bahan bakar jenis Pertalite.

“Untuk sementara sampai perbaikan tangki selesai, SPBU Mata Air tidak melayani pengisian Pertalite sedangkan untuk jenis bahan bakar lainnya tetap berjalan normal,” tandasnya. (feb)

Berita Terkait

Leave a Reply