
SAWAHLUNTO – Masyarakat Dusun Tangah Sawah Desa Silungkang Duo Kecamatan Silungkang Kota Sawahlunto mengeluhkan kondisi sumber air yang keruh. Diduga, air keruh sebagai dampak dari aktivitas penambangan emas di perbatasan desa tak jauh dari sumber air.
Camat Silungkang, Supar menjelaskan, persoalan tersebut sudah pernah disampaikan warga ke Pemko Sawahlunto beberapa waktu lalu.
“Pada saat itu ditindaklanjuti, turun bersama tim desa untuk menghentikan aktivitas penambangan,” kata Supar.
Lokasi penambangan emas tersebut berada di perbatasan Dusun Tangah Sawah Desa Silungkang Duo dengan Desa Pasar Kubang Kecamatan Lembah Segar. Lokasinya dekat dengan sumber air bersih warga desa.
Supar menambahkan, pada saat tim Pemko bersama perangkat desa turun, aktivitas penambangan sudah berhasil dihentikan. Namun dari informasi warga, saat ini beraktivitas kembali.
“Kami akan berkoordinasi dengan Camat Lembah Segar untuk menghentikan kegiatan penambangan tersebut, ” ujarnya.
Sebelumnya, pada tanggal 13 Juli 2020 lalu, warga dari empat kampung di Dusun Tangah Sawah Desa Silungkang Oso melaporkan sumber air mereka yang teremar dan keruh. Empat kampung tersebut adalah Tanah Sirah, Lokuang, Piliang Ateh dan Koto Marapak.
Menurut warga, kondisi itu tidak pernah terjadi, sebelum adanya aktivitas penambangan di perbatasan desa. Bahkan pada saat musim kemarau sekalipun, kondisi sumber air tidak terpengaruh.
Warga menduga, aktivitas penambangan yang dekat dengan sumber air menjadi penyebab air keruh. Sehingga air yang sampai di rumah warga berwarna kuning kecoklatan.*
Reporter: Tumpak
Editor: Febry






