
PADANG – Rumah Potong Unggas (RPU) yang representatif segera hadir di kawasan Rumah Potong Hewan (RPH) Aia Pacah Kota Padang. Pembangunannya dimulai Rabu (9/10/2019), ditargetkan selesai dan beroperasi pada Mei 2020 mendatang.
Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah menyebut, kehadiran RPU tersebut akan menggerakkan hulu dan hilir dari peternakan unggas. Mulai dari produksi pakan, produktifitas peternakan sampai dengan perdagangan unggas dan pangan sendiri dengan sendirinya turut terungkit.
“Hadirnya RPU ini otomatis hulu dan hilirnya turut bergerak. Banyak peluang yang bisa dimanfaatkan mulai dari peternakan hingga pakan dan pangan,” kata Mahyeldi usai peletakkan batu pertama pembangunan RPU tersebut.
Mahyeldi menambahkan, unggas potong dari RPU disamping terjamin kehalalannya juga memudahkan distribusi dan pasokan kebutuhan daging ayam dan unggas lainnya. Nantinya, restoran dan cafe-cafe siap saji di Padang bisa bekerjasama dengan RPU untuk memasok kebutuhannya.
“Dengab demikian akan mendorong pemberdayaan peternak sebagai pebudidaya dan mewujudkan perunggasan yang tangguh,” ulas Mahyeldi.
Pembangunan RPU ini diinisiasi Dinas Pertanian Kota Padang yang pendanaan dan pengoperasiannya oleh Koperasi Saudagar Minang Raya (SMR) di Jakarta.
Ketua Koperasi SMR, Joi Kahar mengatakan, pihaknya optimis RPU ini akan mendorong usaha peternakan unggas lebih berkembang, bukan hanya di Padang, tetapi juga daerah lain di Sumatera Barat.
“Kami optimis RPU yang akan dibangun akan mendorong usaha peternakan unggas lebih maju dari hulu hingga hilirnya,” kata Joi saat diwawancarai wartawan.
Dia menyebut RPU yang akan direalisasikan ini bukan asal-asalan melainkan yang terstandarisasi SNI, aman dan sudah pasti halal.
Joi menambahkan, sejauh ini kooerasi SMR tidak berutang ke bank dalam membangun usaha. Semua usaha koperasi adalah milik anggota dan uangnya milik anggota. “RPU ini dibangun dengan uang milik seluruh anggota koperasi SMR dan keuntungannya nanti kembali ke anggota,” sebutnya.
Adapun kemampuan operasional RPU ini 1000 ekor perjam. “Jika sehari beroperasi 12 jam maka ada 12 ribu ekor yang bisa disediakan,” tukas Joi.
Dalam kesempatan ini hadir Wakil Walikota Padang Hensri Septa dan Wakil Walikota Payakumbuh, Erwin Yunas, unsur Forkopimda serta sejumlah pejabat.(der)






