
PADANG – Persoalan sampah masih dianggap permasalahan yang tak kunjung selesai di kota-kota besar, tidak kecuali di Kota Padang. Ternyata dengan sentuhan kreatifitas, sampah bisa menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomis.
Di Kelurahan Gunung Pangilun Kecamatan Padang Utara, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang warga dirangsang untuk memiliki kreatifitas mengelola sampah, baik sampah organik maupun anorganik. Kegiatan sosialisasi tersebut merupakan sosialisasi kepada warga yang diikuti para tokoh masyarakat, bertempat di Aula LPM Gunung Pangilun, Selasa (17/7/2018).
Kepala DLH Kota Padang diwakili Kabid Pengelolaan Sampah dan Kebersihan (PSDK) Deni Harzandy, S. Sos mengatakan, sampah masih sering kali menjadi masalah yang belum bisa diselesaikan secara efektif. Berbagai strategi sudah dilakukan baik oleh pemerintah, maupun lembaga dan para pegiat lainnya.
“Kesadaran masyarakat yang masih rendah untuk mengolah sampah, menjadi salah satu persoalan besar yang selalu menjadi alasan munculnya dampak dari sampah. Sementara sampah baru selalu dihasilkan oleh masyarakat dalam kehidupan kesehariannya,” papar Deni.
Menurut Kabid PSDK itu, Pemerintah Kota Padang terus mengupayakan meningkatkan kesadaran masyarakat dengan menginisiasi pengolahan sampah dibTPS dan TPA, pembuatan Bank Sampah oleh masyarakat di lingkungannya.
Di samping meningkatkan kesadaran, masyarakat juga diedukasi untuk memilah sampah dan memisahkansampah organik dan anorganik. Dilanjutkan dengan pembekalan keterampilan bagi masyarakat agar mampu memanfaatkan sampah menjadi barang bernilai ekonomi. Misalnya, mengolah sampah menjadi pupuk dan menembangkan produk keterampilan dari barang bekas.
“Sampah organik dan sampah anorganik harus dipisahkan karena proses pengolahannya yang berbeda, untuk itulah sosialisasi ini dilakukan agar masyarakat mengetahui mana sampah organik dan anorganik yang semuanya jika dikelola dengan baik akan bermanfaat,” kata pejabat yang akrab disapa Deni Baba itu.
Lebih lanjut Deni ‘Baba’ Harzandy didampingi Lurah Gunung Pangilun Andi Amir menjelaskan, sampah anorganik yang biasanya dalam bentuk plastik, kaleng, karet, seng, logam, besi dan bahan lainnya, bisa didaur ulang untuk menjadi barang baru lagi. Bahkan di beberapa daerah sudah ada yang bisa menghasilkan barang kerajinan yang dibuat dari bahan-bahan sampah anorganik.
Sementara untuk sampah organik seperti daun gugur, sampah dari sisa pertanian, sampah dari sayuran dapur, dan jenis sampah organik lainnya, bisa diolah sendiri oleh masyarakat menjadi pupuk kompos, yang tentunya akan memberikan manfaat yang lebih kepada masyarakat.
“Nah, ternyata kedua jenis sampah ini jika dikelola akan memberikan manfaat bahkan bernilai ekonomis. Saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama kreatif dalam menghasilkan sesuatu dari sampah anorganik maupun organic ini,” pungkas Deni Baba.(der)






