
PADANG – Gotong royong dan swadaya masyarakat dapat mempercepat pembangunan di daerah sendiri. Hal itu perlu didorong dan dipertahankan.
“Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan membangun kampung halaman sendiri,” ujar anggota dewan dari daerah pemilihan [Dapil] I Koto Tangah DPRD Kota Padang, Delma Putra.
Putra asli Koto Tangah itu mencontohkan peran serta masyarakat yang dilakukan melalui kegiatan gotong royong di Sungai Duo Kelurahan Lubuk Minturun Kecamatan Koto Tangah, Minggu (22/7). Gotong- royong dilaksanakan untuk membangun jalan lingkungan dengan dana pembangunan jalan lingkungan dari kelurahan setempat. Selain dana dari kelurahan, masyarakat setempat ikut berswadaya memberikan bantuan, baik berupa bahan material maupun sejumlah uang demi terwujudnya percepatan pembangunan.
“Jika tidak di-support dari masyarakat itu sendiri berupa swadaya guna mewujudkan pembangunan yang merata, di samping didampingi dana APBD Kota Padang yang terbatas, tentu tak mungkin percepatan pembangunan di lingkungan masyarakat bisa diwujudkan,” katanya.
Diakuinya, selama ini masih banyak jalan lingkungan serta drainase di daerah pinggiran yang belum tersentuh. Dengan kegiatan goro dan pertemuan bersama tokoh masyarakat setempat sekaligus melihat secara langsung kondisi lingkungan setempat, ia menerima aspirasi warga yang mengusulkan pembangunan drainase.
“Aspirasi ini kita tampung dahulu karena untuk daerah Lubuk Minturun pokir saya sudah ada untuk bantuan pembangunan Mushalla An Nur dan Masjid Nurul Falah yang sudah dalam proses dan dalam waktu dekat sudah dapat dicairkan anggarannya untuk 2018 ini,” katanya.
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Padang itu pada kesempatan itu menyumbangkan 10 zak seman. “Ini memang tak seberapa jumlahnya, tapi tentu dengan bantuan swadaya masyarakat dengan berpikir maju dan positif tentu kita bisa wujudkan pembangunan kampung halaman kita,” ungkapnya. (baim)






