
PAINAN- Gebyar Vaksinasi Pelajar di Kecamatan Ranah Ampek Hulu (Rahul) Tapan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, capaian Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Rahul tertinggi dari beberapa sekolah yang ada di kecamatan tersebut.
Vaksinator Puskesmas Rahul Tapan dr Yessy Rivai menyebutkan, dari target 232 pelajar, 205 pelajar yang mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis pertama. Sedangkan yang sudah lanjut ke vaksin dosis kedua sebanyak 103 pelajar.
“Pelaksanaan vaksinasi lanjutan di SMPN 1 Rahul pada 16 Oktober lalu, 102 pelajar mendapatkan vaksin jenis Pfizer. Pada hari yang sama juga dilakukan pemberian vaksinasi dosis kedua untuk 103 pelajar untuk jenis Sinovac,” kata Yessy Rivai, Jumat (22/10/2021).
Yessy menyebut, capaian tersebut merupakan yang tertinggi vaksinasi pelajar dari beberapa sekolah yang ada di wilayah kerjanya. Tertinggi kedua adalah MTsN dengan capaian 80 persen. Sedangkan Dua SMP lain dan satu SMK capaiannya masih di bawah 50 persen.
Yessy menambahkan, beberapa orang pelajar yang belum menjalani vaksinasi di SMPN 1 Rahul Tapan, antara lain karena umur kurang dari 12 tahun. Kemudian ada yang sedang kurang sehat sehingga tidak memungkinkan untuk divaksin.
Sementara untuk sekolah lainnya, Yessi menyebutkan, pihaknya akan melakukan vaksinasi secepatnya. Selain untuk pemberian dosis pertama, juga ada pelajar yang sudah memasuki jadwal penyuntikan vaksin dosis kedua.
“Puskesmas Rahul akan terus gencar dalam upaya mempercepat capaian target vaksinasi khususnya untuk pelajar. Demi anak-anak agar kembali bisa ke sekolah untuk belajar tatap muka secara normal dan tetap aman dari Covid-19,” tegasnya.
Yessy mengajak masyarakat yang belum divaksin berperan aktif mendatangi Puskesmas untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19. Vaksin merupakan upaya membentengi diri, meningkatkan kekebalan tubuh untuk meminimalisir risiko lebih buruk ketika terpapar Covid-19.
“Covid-19 belum benar-benar hilang, meskipun saat ini kasus penyebarannya sudah jauh berkurang. Vaksinasi sebagai ikhtiar membentengi diri dengan meningkatkan kekebalan tubuh untuk meminimalisir risiko lebih buruk ketika terpapar,” lanjutnya.
Kemudian, Yessy juga mengingatkan kepada masyarakat yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama untuk mendapatkan vaksin dosis kedua sesuai jadwal. Vaksin ulang tepat waktu diperlukan untuk memaksimalkan pembentukan antibodi.
“Agar pembentukan antibodi maksimal, sebaiknya vaksin ulang tepat waktu. Misalnya untuk jenis Sinovac jarak vaksin pertama dan kedua itu 28 hari, jenis Pfizer 21 hari. Pada kartu vaksin itu sudah ditulis, jadi masyarakat hendaknya tepat waktu,” tukuknya. (Pebri)






