Buya Mahyeldi dan Buya Mas'oed Tausiyah di Padang Magek
  • Home
  • Berita
  • Buya Mahyeldi dan Buya Mas’oed Tausiyah di Padang Magek

Buya Mahyeldi dan Buya Mas’oed Tausiyah di Padang Magek

BATUSANGKAR – Masjid Tawakkal Nagari Padang Magek, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar menggelar Khatam Al – Quran Akbar ke-7, Ahad (22/12/2019) malam. Kali ini istimewa, panitia menghadirkan ulama yang juga Walikota Padang, Buya Mahyeldi Ansharullah dan ulama sepuh, Buya Mas’oed Abidin.

Pada kesempatan ini, juga hadir Camat Rambatan, Wali Nagari dan tokoh masyarakat setempat. Ratusan jamaah memadati masjid. Acara didahului dengan salat maghrib dan isya berjamaah serta makan bersama.

Buya Mahyeldi yang mendapat kesempatan pertama memberikan tausiyah menyampaikan, diadakannya perayaan khatam Al – Quran sebagai sebuah motivasi bagi generasi muda Islam. Diharapkan pendidikan dasar memahami bacaan Al – Quran menjadi bekal bagi mereka untuk lebih mendalami pedoman hidup umat manusia itu.

“Khatam Al – Quran merupakan dasar bagi anak kita untuk lebih mendalami pemahaman mereka, sekaligus untuk memotivasi mereka agar lebih dekat dengan nilai – nilai Islam, ” kata Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, mempersiapkan generasi yang memiliki keimanan yang kuat adalah yang paling penting saat ini. Pasalnya, bangsa yang besar ini memiliki potensi usia muda yang besar sebagai bonus demografi. Itu tidak dimiliki oleh bangsa lain.

“Bonus demografi ini harus jdiadikan sebuah keunggulan dengan meningkatkan pembinaan dan pendidikan bagi mereka,” kata Mahyeldi.

Jika Buya Mahyeldi lebih fokus pada pembinaan generasi muda, sedangkan Buya Mas’oed lebih menitikberatkan tausiyahnya pada mengingat sejarah tentang syiar Islam , terutama eksistensi ulama asal Minangkabau.

Beberapa poin yang disampaikan Buya Mas’oed ialah, masyarakat dan pemerintah agar kembali menggali sejarah dan ulama asal Minangkabau. Di antara ulama itu adalah Inyiak Candung, Syeikh Yasin Al Fadani dan Syeikh Ahmad Khatib Latif Al Minangkabawi.

“Sejarah dari para ulama ini perlu kita kenali dan disampaikan kepada generasi muda agar tidak hilang ,” sebutnya.

Kegiatan malam itu, diakui berkesan oleh jamaah. Kehadiran ulama yang juga seorang pemimpin seperti Buya Mahyeldi memang sudah lama mereka harapkan.

“Pengajian yang disampaikan Buya Mahyeldi dan Buya Masyasrakat membuka wawasan dan pemikieran masyarakat tentang mendidik generasi dan syiar Islam,” ujar, Syafrial, salah seorang jamaah.

Ia menambahkan, kedua ulama ini sangat lekat di hati masyarakat. “Masyarakat sudah mengenal kedua ulama ini. Buya Mahyeldi adalah pemimpin yang sekligus ulama sedangkan Buya Mas’oed adalah sesepuh ulama di Sumatera Barat,” tukuknya.(der)

Berita Terkait

Leave a Reply