Butuh Uang Kecil Untuk Lebaran, Sebaiknya Tukar di Tempat Resmi
  • Home
  • Berita
  • Butuh Uang Kecil Untuk Lebaran, Sebaiknya Tukar di Tempat Resmi

Butuh Uang Kecil Untuk Lebaran, Sebaiknya Tukar di Tempat Resmi

Petugas Bank Indonesia Wilayah Sumatera Barat melayani penukaran terbatas uang Rupiah desain baru dalam acara silaturahim awal tahun di gedung BI, Selasa (10/1). (febry)
Petugas Bank Indonesia Wilayah Sumatera Barat melayani penukaran terbatas uang Rupiah desain baru dalam acara silaturahim awal tahun di gedung BI, Selasa (10/1). (febry)

PADANG – Permintaan uang pecahan kecil menjelang lebaran terus meningkat setiap tahun. Masyarakat menukarkan uang baru pecahan kecil untuk berbagai keperluan terutama untuk tradisi memberi uang kepada anak-anak.

Uang pecahan kecil yang biasa dibutuhkan adalah pecahan Rp1.000,- pecahan Rp2.000,-,Rp5.000 dan Rp10.000,-. Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap uang pecahan kecil ini tak jarang dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat lain untuk mencari keuntungan. Orang-orang yang menawarkan jasa penukaran uang di pinggir jalan pun mendadak bermunculan menjelang lebaran.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumatera Barat Puji Atmoko menuturkan, jasa penukaran uang seperti itu memang belum ada larangan. Namun, untuk menghindari kerugian kepada masyarakat, Bank Indonesia mengalokasikan uang pecahan kecil ke lembaga perbankan. Di samping itu, BI sendiri juga membuka layanan penukaran uang kecil di kantor wilayah maupun melalui layanan mobil kas keliling.

“Jasa penukaran uang di pinggir jalan seperti itu memang belum ada larangannya namun untuk menghindari kerugian sebaiknya masyarakat menukarkan uang ke tempat layanan penukaran uang resmi baik di kantor Bank Indonesia maupun di lembaga perbankan,” kata Puji saat menggelar pertemuan dengan wartawan, Rabu (7/6).

Dia menyatakan, dengan melakukan penukaran uang di tempat-tempat resmi akan menghindarkan masyarakat terhadap kerugian karena ada jasa yang harus dibayar kepada penyedia jasa tak resmi sehingga uang yang ditukar akan berkurang dari yang dibayarkan. Disamping itu, juga tidak ada jaminan jumlah yang diterima utuh dan yang paling penting adalah untuk menghindari kemungkinan beredarnya uang rupiah palsu.

“Sementara dengan menukarkan ke tempat-tempat resmi tentunya uang yang ditukarkan terjamin keasliannya dan jumlahnya utuh, tidak ada biaya,” tegasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan menghadapi lebaran tahun 2017, Bank Indonesia telah menyediakan sebanyak Rp3,41 triliun uang baru. Jumlah tersebut sesuai dengan permintaan lembaga perbankan dan membandingkan realisasi kebutuhan tahun 2016.

“Ada kenaikan permintaan uang baru setiap tahun pada saat Ramadhan dan menghadapi lebaran sekitar 12 persen. Tahun lalu kami menyediakan uang baru sebanyak Rp3,7 triliun dengan realisasi Rp2,8 triliun,” terangnya.

Masyarakat bisa mendapatkan uang baru di seluruh lembaga perbankan yang ada serta di kantor perwakilan Bank Indonesia wilayah Sumatera Barat. Disamping itu, Bank Indonesia juga menyediakan layanan penukaran keliling di beberapa lokasi di Kota Padang dan sejumlah daerah lainnya di Sumatera Barat. Layanan penukaran di kantor perwakilan Bank Indonesia telah dibuka mulai Senin (5/6) hingga tanggal 20 Juni mendatang. (feb)

Berita Terkait

Leave a Reply