Bupati Pasaman: Manfaatkan PIK R di Sekolah untuk Hindari Kenakalan Remaja
  • Home
  • Berita
  • Bupati Pasaman: Manfaatkan PIK R di Sekolah untuk Hindari Kenakalan Remaja

Bupati Pasaman: Manfaatkan PIK R di Sekolah untuk Hindari Kenakalan Remaja

Kepala BKKBN Sumbar, Syahrudin saat memberikan arahan. (riki)

PASAMAN – Bupati Pasaman, Yusuf Lubis menghimbau seluruh siswa, khususnya SLTA sederajat di daerah itu agar dapat memanfaatkan wadah PIK (Pusat Informasi dan Konsultasi) Remaja di sekolah masing-masing untuk memberantas segala bentuk kenakalan remaja, termasuk penyalahgunaan narkoba, LGBT dan lainnya.

Menurut Bupati, usia remaja merupakan usia yang rentan terpengaruh dengan permasalahan kenakalan remaja. Baik itu di sekolah maupun di tengah-tengah masyarakat.

“Usia remaja itu merupakan usia yang mudah dipengaruhi dan sering melakukan kenakalan remaja seperti narkoba dan bahaya LGBT. Jadi, dengan telah adanya wadah PIK-R di sekolah, kita berharap para siswa dapat memanfaatkannya dengan baik,” katanya saat membuka acara temu kreatifitas PIK R tingkat SLTA di Taman Equator Bonjol, Rabu (21/2).

Dikatakan, generasi muda khususnya di Kabupaten Pasaman merupakan salah satu generasi penerus yang bakal memberikan kemajuan yang lebih di waktu yang akan datang.

“Mari kita kawal bersama para generasi muda kita. Seluruh masyarakat harus mampu memberikan pemahaman tentang bahaya kenakalan remaja kepada anak-anak kita. Ini semua dilakukan, agar masa depan mereka nantinya menjadi gemilang,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumbar, Syahruddin mengatakan, para siswa saat ini masih minim memanfaatkan wadah PIK R disekolah masing-masing.

“Tahun 2020 sampai 2035, jumlah remaja diperkirakan sekitar 67,4 juta dari total penduduk Indonesia. Artinya, seperempat penduduk Indonesia adalah remaja atau yang lebih dikenal dengan istilah Bonus Demografi. Sementara berdasarkan hasil survey BKKBN baru-baru ini, hanya 30 persen yang mengetahui dan memanfaatkan wadah PIK R. Oleh karena itu, harus kita kawal generasi remaja kita ini agar tidak sia-sia ketika berada dalam suasa bonus demografi nanti,” ucapnya.

Persoalan kenakalan remaja, bahaya narkoba dan wabah LGBT menjadi fokus program BKKBN saat ini, katanya. “Ada tiga masalah besar yang menjadi titik fokus program kita untuk remaja, yaitu kenakalan remaja, penyalahgunaan Narkoba dan bahaya LGBT. Kita menargetkan semua remaja bisa meraih prestasi, berkarir dan mewujudkan keluarga bahagia,” pungkasnya. (riki)

Berita Terkait

Leave a Reply