
JAKARTA – Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah terus intens berkomunikasi dengan para pengusaha yang ada di Timur Tengah. Khususnya, mereka yang punya hubungan dengan Minangkabau karena ayah atau kakeknya berasal dari Sumatera Barat.
Tampaknya, kunjungan Mahyeldi setahun lalu ke Arab Saudi mulai membuahkan hasil. Setelah sebulan lalu menerima kedatangan Fahhad Yasin Al Fadani di Padang, petang ini (Kamis, 3/10/2019) giliran adiknya, Ridho Yassin Al Fadani bertemu Mahyeldi di Jakarta. Ridho dan tim berminat untuk berinvestasi dalam pengelolaan sampah.
Tim ridho yasin punya teknologi pengolahan sampah dan telah dipraktekkan di beberapa negara. Dia ingin teknologi itu diterapkan juga di Padang sebagai partisipasi terhadap kampung asalnya.
“Kami punya teknologi pengelolaan sampah yang sudah diterapkan di berbagai negara. Kami ingin berpartisipasi juga dalam pengelolaan sampah di Padang,” ujar Ridho.
Gayung bersambut, keinginan Ridho dan tim untuk berinvestasi pengelolaan sampah sangat terbuka peluangnya. Pasalnya, beban sampah di Kota Padang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk.
“Hal ini kita sambut baik karena peluangnya besar. Apalagi kita memang sedang serius mewujudkan kota yang bersih dengan pengelolaan sampah yang baik,” kata Mahyeldi.
Pemimpin Kota Padang yang juga mubaligh tersebut mengatakan, konsep yang tepat untuk pengelolaan sampah Kota Padanh adalah daur ulang. “Teknologi daur ulang ini yang ingin kita kerjasamakan,” imbuhnya.
Mahyeldi juga menyampaikan rasa gembiranya, karena keturunan Minangkabau yang besar di Saudi
masih memiliki perhatian terhadap kampung halamannya. Mahyeldi juga mengungkapkan kegembiraannya bertemu keturunan ulama besar dunia asal Minangkabau.
“Semoga kerjasama ini bisa terwujud,” tutup Mahyeldi.(der)






