
PADANG – Keberhasilan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang mengelola zakat, infak, sadaqah dan wakaf atau ziswaf membuat pengurus Baznas daerah lain berniat untuk mengulik kiat-kiat yang dilakukan, baik kiat menghimpun dari muzaki maupun kiat penyaluran ziswaf.
Setelah Baznas Kabupaten Sarolangun dan Muara Enim berkunjung untuk studi banding pada April lalu, kali ini pengurus Baznas Kota Depok bertandang ke Kantor Baznas Kota Padang di Jalan By Pass, Rabu (2/5/2018).
“Kami datang untuk belajar. Kami mendengar banyak informasi tentang kerja keras dan kerja cerdas Baznas Padang dalam mengelola Ziswaf,” ungkap Ketua Baznas Kota Depok Encep Hidayat ketika diterima tuan rumah di aula Kantor Baznas Kota Padang.
Encep Hidayat mengatakan, Baznas Depok masih harus bekerja keras meningkatkan pengumpulan Ziswaf.
“Awal kami dilantik jadi pengurus Baznas Depok beberapa waktu lalu, penghimpunan baru Rp30 juta,” ujarnya.
Banyak pertanyaan yang diajukan Encep serta pengurus Baznas Depok lain terkait upaya penghimpunan dan penyaluran zakat di Kota Padang. Di antaranya, upaya menumbuhkan kepercayaan muzaki dan meningkatkan pelayanan serta upaya memaksimalkan pengumpulan ziswaf di luar ASN.
Ketua Baznas Kota Padang, Epi Santoso menjelaskan, keberhasilan yang dicapai selama ini adalah karena kerja tim.
“Baznas Padang memiliki lima unsur pimpinan. Satu orang ketua dan empat wakil ketua. Kemudian, enam orang kabag/kabid. Total semua pimpinan dan karyawan Baznas Padang 37 orang,” jelas Epi didampingi Wakil Ketua Nursalim dan Elni Sumiarti.
Menurut Epi Santoso, penghimpunan zakat dari pegawai di lingkungan Pemko Padang sudah tetap. Kemungkinan bertambah kalau ada penambahan Aparatur Sipil Negara (ASN). Sedangkan upaya pengumpulan ziswaf dari non ASN, dengan pembentukan Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) di setiap kelurahan dan beberapa instansi non pemerintah.
“Baznas Padang sekarang memperkuat penghimpunan ziswaf dari pihak ketiga. Untuk tahun 2018 ditargetkan sebanyak delapan miliar,” ujarnya. (der)






