SAWAHLUNTO – Rekanan penyedia barang dan jasa di Kota Sawahlunto berharap, anggaran infrastruktur atau proyek fisik Dana Alokasi Umum (DAU) dalam APBD tetap dipertahankan.
Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kota Sawahlunto Ismanto Marjid mengatakan asosiasi rekanan sangat paham dengan terjadinya pergeseran anggaran untuk penanganan corona virus disease (Covid-19).
“Pergeseran anggaran tentu juga akan berimbas kepada kegiatan pekerjaan fisik seperti dihentikannya proyek Dana Alokasi Khusus (DAK). Kami dari pihak rekanan berharap proyek fisik yang berasal dari DAU APBD kota ini jangan banyak yang digeser atau dihentikan,” harapnya, Selasa (21/4/2020).
Dia menjelaskan, ada 93 rekanan yang menjadi anggota Gapensi di Sawahlunto. Mereka sangat berharap mendapat proyek pekerjaan fisik APBD tahun 2020 tetap berjalan. Terutama pekerjaan skala kecil atau proyek dengan penunjukan langsung (PL).
“Kalau rekanan tidak bekerja, akan berdampak juga kepada sektor lain karena saling terkait,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemko Sawahlunto telah menerbitkan Perwako Nomilor 21 tahub 2020 terkait pergeseran anggaran guna penanganan pandemi Covid-19. Menindaklanjuti surat Mendagri.
Walikota sawahlunto Deri Asta menerangkan, Pemko Sawahlunto telah melakukan pengutamaan penggunaan alokasi anggaran untuk kegiatan tertentu (refocusing), realokasi, dan penggunaan APBD.
“ Perkiraan kebutuhan anggaran untuk penanganan Pendemi Covid 19 dalam pergeseran APBD tahun 2020 mencapai Rp 12, 6 Milyar lebih. Diantaranya akan diambilkan dari anggaran biaya tak terduga sebesar Rp,7,45 miliar san realokasi anggaran sekitar Rp5,2 miliar,” kata Deri.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sejumlah anggaran kegiatan harus digeser dan dialihkan. Sehingga beberapa program kegiatan tidak dilaksanakan. Program yang tergeser tersebut diprioritaskan untuk dilaksanakan pada anggaran tahun berikutnya. *
Reporter : Tumpak
Editor : Febry






