
PADANG – Sejumlah warga memilih bertahan di rumah masing-masing setelah banjir melanda sejak Selasa (22/3) dinihari. Di Kompleks Perumahan Bumi Serdang Damai II di Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, misalnya. Di sana, warga memilih untuk tetap di rumah masing-masing.
Padahal, ketinggian air di kompleks perumahan tersebut pada dini hari itu hampir mencapai 2 meter. Warga memilih mengungsikan keluarganya ke tempat lebih tinggi di rumahnya, seperti di bagian loteng atau tingkat dua rumahnya.
Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat, Rusdin mengatakan, warga memilih berdiam diri di rumah karena takut meninggalkan rumah. Karena itu, seluruh warga sepakat untuk berada di rumah hingga banjir susut.
Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt Marajo yang mendatangi lokasi, Selasa (22/3) siang, mengajak warga evakuasi ke tempat lain.
“Kita khawatir banjir semakin tinggi, sedangkan warga tetap memilih tinggal di rumah,” ujar Mahyeldi.
Mengantisipasi itu, Pemko Padang bersama Kodim 0312/Padang, TRC PT Semen Padang dan lainnya mendistribusikan perahu karet di kompleks perumahan tersebut. Bantuan logistik seperti makanan ringan, minuman, peralatan bayi dan sebagainya juga diberikan kepada seluruh warga. (rin/humas)






