
PADANG – Dampak dari hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sebahagian besar wilayah di Kota Padang terdampak banjir dengan ketinggian 40 hingga 70 cm. Banjir terjadi seperti di daerah Simpang Telkom, Pasar Pagi, kawasan Ulak Karang, Air Tawar, Jati, Gunung Pangilun, kawasan Pondok, Pulau Karam, Jondul Rawang dan beberapa kawasan lainnya.
Selain itu, pohon tumbang di kawasan Tunggul Hitam, Koto Tangah dan longsor yang tidak begitu parah di kawasan Bukit Sungai Jirak Jalan St.Syahrir Padang Selatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Edi Hasymi menyampaikan, intensitas hujan yang turun cukup tinggi mengakibatkan sebagian besar kawasan di Kota Padang dilanda banjir. Untuk wilayah terdampak cukup parah di kawasan Jondul Rawang dan kawasan Alai.
Rabu (31/5) siang, di Komplek Jondul Rawang terpantau masih digenangi banjir karena kawasan itu memang lama sekali air untuk surut karena penyempitan aliran. Di kawasan Arai Pinang juga masih digenangi air. Namun, di kawasan lain banjir sudah surut.
“Semua tim sudah kita kerahkan ke kawasan yang terdampak banjir dan longsor. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini dan kondisi di lapangan sudah mulai kondusif,” ujarnya.
Edi Hasymi juga mengatakan, sebenarnya banjir di Kota Padang yang terjadi karena dua masalah. Pertama karena intensitas hujan yang memang cukup tinggi dengan waktu lama, kemudian faktor penyumbatan aliran ke hilir sungai dari drainase, riol yang terjadi penyempitan, serta jembatan yang rendah sehingga tidak bisa menampung debit air.
Kondisi itu sudah dirapatkan dan dibicarakan dengan Wakil Gubernur Sumbar. “Dari pembicaraan tersebut diupayakan paling lambat 2019 sudah bisa diatasi,” ungkapnya. (baim)






