Aspidus Kajati Sumbar Luncurkan Buku 'Mentawai, Sekeping Surga di Samudera Hindia'
  • Home
  • Berita
  • Aspidus Kajati Sumbar Luncurkan Buku ‘Mentawai, Sekeping Surga di Samudera Hindia’

Aspidus Kajati Sumbar Luncurkan Buku ‘Mentawai, Sekeping Surga di Samudera Hindia’

Asdipsus Kejati Sumbar meluncurkan buku “Mentawai, Sekeping Surga di Samudra Hindia”. (ers)

MENTAWAI – Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidus) Kejaksaan Tinggi Sumbar, Prima Idwan Mariza, SH, M. Hum meluncuran buku Mentawai ‘Sekeping Surga di Samudera Hindia’. Dalam dunia perbukuan, dirinya merupakan pendatang baru.

Sebenarnya, Prima memiliki bakat yang besar sebagai penulis. Kedua orang tuanya (almarhum) Drs. H. Mardanas Safwan adalah salah satu penulis terproduktif di dunia dengan banyak menulis buku pahlawan nasional, buku-buku yang bertemakan sejarah, bahkan pernah menghiasai wajah pendidikan Indonesia melalui buku-buku karyanya.

Sedangkan ibunya (almh) Dra. Izarwisma Mardanas merupakan penulis aktif semasa hidupnya dan satu-satunya perempuan peneliti Indonesia yang berani melakukan penelitian ke pedalaman Mentawai sejak tahun 1979. Hasil penelitiannya dituangkan dalam bentuk buku.

Di tengah keringnya buku tentang kebudayaan dan pariwisata Mentawai, buku yang ‘Mentawai Sekeping Surga di Samudera Hindia’, akhirnya diterbitkan. Penulisan buku tersebut merupakan pengembangan dari buku berjudul ‘Masyarakat dan Kebudayaan Mentawai’ karya (almh) Dra Izarwisma yang diterbitkan Usaha Ikhlas Bukittinggi (1994).

Prima Idwan Mariza menuturkan, buku itu sebelumnya ditulis dalam bahasa ilmiah untuk kepentingan kalangan akademis dan para peneliti di bidang kebudayaan dan antropologi. Namun, untuk kepentingan semua kalangan dan masyarakat luas, termasuk untuk para wisatawan, buku tersebut ditulis kembali dalam bahasa ilmiah populer. Ditambahkan beberapa materi seputar seni budaya, sehingga masyarakat luas maupun para wisatawan dapat memahami dan mempelajarinya.

Buku yang diluncurkan itu, kata Prima, bercerita tentang potensi flora dan fauna, potensi pariwisata, potensi alam, penduduk, adat istiadat, dan upacara perkawinan. Pengemasan ulang penulisan buku Sekeping Surga di Samudera Hindia itu juga dibantu oleh Susilo Abadi Piliang (wartawan Singgalang) dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Mentawai.

“Jadi, buku ini diangkat kembali untuk memacu potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Kepulauan Mentawai supaya lebih baik lagi. Dengan cerita kekinian sebagai penegak hukum, ada kaitannya dan punya peran sebagai sumbangsih lembaga kejaksaan, karena kejaksaan sendiri bukan hanya dalam penegakan hukum tetapi ada dari sisi humanisnya. Intinya, hukum ada manfaatnya di bidang apapun, karena dalam kehidupan manusia itu pasti ada kaitannya dengan hukum” kata Prima di aula Sekretariat Umum Daerah Mentawai usai peluncuran buku yang di-launching oleh Kajati Sumbar, Senin (1/10).

Dalam buku itu, digambarkan bahwa sebagai penegak hukum memberikan manfaat yang optimal bagi pengembangan pariwisata di Bumi Sikerei. Salah satu contoh, kalau ada investor kurang baik bisa mencegah munculnya seperti money laundry. “

Pengembangan pariwisata di Mentawai nantinya diharapkan agar tercipta dalam suasana aman. Jika kegiatan-kegiatan dilandasi dengan aturan, maka wisatawan yang datang ke Mentawai bisa nyaman.

“Nah, dengan dikukuhkan desa wisata sadar hukum, pelaku-pelaku wisata jangan menakuti atau melakukan kejahatan kepada orang-orang yang berkunjung ke Bumi Sikerei. Namun, perlu disampaikan kepada wisatawan soal norma-norma yang tidak boleh dilanggar, sehingga saling menguntungkan dalam mengembangkan wisata di Bumi Sikerei,” tukasnya. (ers)

Berita Terkait

Leave a Reply