Akan Ada Satu Unit Tank di Pantai Padang
  • Home
  • Berita
  • Akan Ada Satu Unit Tank di Pantai Padang

Akan Ada Satu Unit Tank di Pantai Padang

Walikota Padang, Mahyeldi dan istri berpose di depan tank. (ist)

PADANG – Satu lagi spot menarik akan hadir di Pantai Padang. Spot itu berupa sebuah tank yang ditempatkan di sisi masjid Muaro yang baru.

“Pemko Padang akan menempatkan sebuah tank sisa perang perebutan Irian Barat di dekat Masjid Muaro,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang, Arfian Amhar kepada PadangMedia.com saat dihubungi, Ahad (23/6/2019).

Menurut Arfian, kehadiran tank yang dihibahkan Kodam I/ Bukit Barisan kepada Pemerintah Kota Padang itu akan membuat nuansa berbeda. Pengunjung akan merasakan nuansa sejarah dan perjuangan sambil menikmati keindahan suasana di objek wisata Pantai Padang.

“Kita harapkan akan hadir rasa berbeda, yaitu mengenang sejarah perjuangan dalam suasana wisata,” kata Arfian.

Saat ini, lanjutnya, pihaknya tengah mempersiapkan lokasi penempatan tank itu. Posisinya bisa di sebelah selatan atau di bagian timur dari masjid yang baru.

“Tempatnya sedang dipersiapkan. Mencari titik yang bagus dan memungkinkan. Bisa di sebelah selatan atau di halaman sebelahbtimur masjid,” ujarnya.

Sebelumnya, tank tersebut terparkir di halaman markas Batalyon Kavaleri 6/Naga Karimata, Jalan Asam Kumbang, Medan, Sumatera Utara. Tank lawas itu diserahkan Kodam I/Bukit Barisan (BB) kepada Pemerintah Kota Padang di Kota Medan.

Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah beserta rombongan sudah melihat tank itu di markas Batalyon Kav. 6/Naga Karimata pada Rabu (19/6/2019) lalu. Dalam rombongan Walikota Padang beserta istri tergabung juga Dandim 0312/Padang, Letkol Czi. Rielman Yudha beserta isteri, Staf Ahli Walikota Padang Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Dedi Henidal serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang, Mursalim.

Informasinya tank itu merupakan salah satu dari 12 tank bekas perang merebut Irian Barat yang akan dihapuskan. Tank type AMX-13 APC buatan Perancis termasuk tank kelas ringan yang desainnya mulai dilakukan tahun 1946. Tank ini mulai diproduksi massal pada periode 1952-1987 yang saat ini tersebar dan digunakan oleh beberapa negara di dunia.

Seperti dijelaskan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Mursalim yang turut serta dengan rombobgan, bobot tank lebih kurang 13 ton. Kemampuan menanjaknya 31 derajat, melangkahi parit 1,6 meter, dan mengarung 0,6 meter.

“Informasinya, tank ini mulai masuk ke Indonesia pada 1962 dan telah berjasa dalam berbagai pertempuran, diantaranya; Operasi Trikora pada tahun 1962 pada tahun 1962 di wilayah Papua; Operasi Seroja pada tahun 1976 pada tahun 1976 di wilayah Timor Timur; Operasi Militer Aceh pada tahun 2001-2003 di wilayah Aceh,” kata Mursalim menjelaskan.(der)

Berita Terkait

Leave a Reply