
AGAM – Pada lebaran Idul Fitri tahun ini, Kabupaten Agam tidak mengalami kekurangan bahan kebutuhan pokok. Malah, beberapa komoditi sempat ‘diekspor’ ke daerah tetangga.
Menurut Plh. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Ir. Arief Restu, M.Si, kondisi itu disebabkan karena banyak faktor. Faktor dominan adalah keberhasilan program pembangunan pertanian yang dilaksanakan Pemkab Agam bersama segenap lapisan warga.
“Kami hanya memberikan penyuluhan, motivasi dan bantuan yang diperlukan petani untuk meningkatkan produksi mereka,” kata Arief saat ditemui di Lubuk Basung, Senin (25/6).
Khusus beras, menurutnya, tahun ini Agam mengalami surplus. Kelebihan produksi yang mencapai 50.924 ton itu dijual ke daerah tetangga, seperti Riau, Jambi dan Sumut.
“Tahun ini, produksi beras Agam mencapai 123.677 ton. Untuk konsumsi 476.881 jiwa dalam daerah, sebanyak 61.995 ton dan non konsumsi 10.758 Ton. Sisanya dijual ke daerah tetangga,” ujarnya.
Untuk mempertahankan, pihaknya saat ini melakukan program intensifikasi khusus. Dengan program itu, petani bisa panen dengan waktu yang lebih cepat dari biasanya.
“Petani di Agam belahan timur saat sudah bisa panen dua setengah kali dalam setahun dengan menggunakan benih unggul,” terangnya.
Menurutnya, pengadaan benih unggul untuk program tersebut dibantu Pemkab Agam melalui Dinas Pertanian. (fajar)
“Dengan adanya kasus tersebut, kami akan melakukan foging di kawasan tempat tinggal si korban,”tandasnya. (fajar)





