
PADANG – Untuk menjamin ketersediaan dan kelancaran Bahan Bakar Minyak (BBM) selama masa libur lebaran, Sedikitnya 60 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sumatera Barat disiagakan dan beroperasi 24 jam. SPBU tersebut dipilih yang berlokasi di daerah-daerah strategis.
“Dari 117 SPBU yang ada di Sumatera Barat, 60 diantaranya disiagakan beroperasi 24 jam yaitu SPBU yang berlokasi di daerah strategis,” kata General Manager Marketing Operation (MOR) PT Pertamina Romulo Hutapea di Padang, Jumat (1/7).
Hutapea menyebutkan, Sumatera Barat merupakan wilayah kedua terbesar peningkatan konsumsi BBM saat lebaran setelah Jawa Tengah. Kesiagaan tersebut merupakan langkah antisipasi agar kebutuhan masyarakat konsumen tetap terpenuhi.
Selain itu, untuk menambah ketahanan stok BBM, di sejumlah kabupaten dan kota juga disiapkan kantung BBM, yaitu penyediaan mobil tangki dengan muatan BBM di SPBU yang “Stand By” untuk bergerak ke SPBU yang membutuhkan. Penyediaan kantung BBM ini terhitung sejak tanggal 2 sampai tanggal 11 Juli 2016.
“Kantung BBM ini ada di enam lokasi yaitu di Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Bukittinggi, Payakumbuh dan Kabupaten Pesisir Selatan,” terangnya.
Selain itu, MOR I Pertamina juga telah membentuk Tim Satuan Tugas dan Posko Pemantauan Distribusi BBM. Pertamina menjaga ketersediaan stok dan pasokan BBM, LPG dan Avtur di Terminal BBM dan Depot LPG Teluk Kabung serta Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) di Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
Pertamina memprediksi, untuk BBM jenis premium di Sumatera Barat akan terjadi kenaikan sekitar 26 persen dari kebutuhan normal sebesar 1.800 kiloliter (kl) per hari menjadi 2.300 kl. Sedangkan untuk BBM jenis Pertamax juga akan terjadi lonjakan sekitar 19 persen dari normal 90 kl per hari dan Pertalite akan meningkat 14 persen dari normal 250 kl per hari. Sedangkan untuk BBM jenis Solar justru diprediksi turun 8 persen dari 990 kl per hari. (feb)






