OJK Dorong Pemanfaatan Produk Keuangan untuk UMKM, Pahami Manfaat dan Risiko
  • Home
  • Ekonomi
  • OJK Dorong Pemanfaatan Produk Keuangan untuk UMKM, Pahami Manfaat dan Risiko

OJK Dorong Pemanfaatan Produk Keuangan untuk UMKM, Pahami Manfaat dan Risiko

BIK 26 OJK

PADANG- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk semakin dekat dengan akses produk dan layanan keuangan.

Kepala Perwakilan OJK Provinsi Sumatera Barat Roni Nazra mengungkapkan, saat tingkat inklusi keuangan masyarakat Sumatera Barat sudah semakin baik.

“OJK terus mendorong pemanfaatan produk dan layanan keuangan untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), memperluas akses pembiayaan, serta meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat,” kata Roni Nazra dalam puncak kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Minggu (1/11/2026).

Roni menyebutkan, tingkat literasi keuangan masyarakat Sumatera Barat berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2026 sudah mencapai 95,37 persen.

“Capaian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan produk dan layanan keuangan formal semakin meluas, semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan produk dan layanan keuangan,” katanya.

Meski demikian, Roni mengingatkan bahwa meningkatnya inklusi keuangan tersebut belum diimbangi dengan tingkat literasi yang kuat. Peningkatan akses keuangan perlu berjalan seiring dengan pemahaman masyarakat terhadap manfaat dan risiko produk keuangan.

“Tantangan ke depan bukan hanya membuka akses keuangan, tetapi juga memastikan masyarakat memahami manfaat, risiko, hak, dan kewajiban dalam menggunakan produk keuangan,” ujarnya.

Roni menambahkan bahwa peningkatan literasi keuangan menjadi langkah penting untuk melindungi masyarakat dari berbagai aktivitas keuangan ilegal, termasuk investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan penipuan digital.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Arry Yuswandi menyampaikan, perkembangan teknologi digital membuka peluang untuk mempercepat pemerataan akses keuangan hingga ke wilayah nagari dan perdesaan.

“Dengan layanan keuangan digital, masyarakat dapat melakukan transaksi secara lebih cepat, mudah, dan efisien tanpa terkendala jarak dan waktu. Hal ini menjadi peluang strategis bagi Sumatera Barat untuk memperluas inklusi keuangan, memperkuat daya saing UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi hingga ke wilayah nagari dan perdesaan,” kata Arry. F

Berita Terkait

Leave a Reply