PADANG- Tingkat inklusi keuangan masyarakat Sumatera Barat berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Indonesia (SNLIK) tahun 2026 mencapai 95,37 persen. Angka itu melewati rata-rata nasional yang baru mencapai 93,61 persen.
Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat Roni Nazra pada perayaan puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Basko Mall, Padang, Minggu (1/11/2026).
“Berdasarkan survei tahun 2026, inklusi keuangan masyarakat Sumatera Barat sudah mencapai 95,37 persen, berada di atas nasional yang masih 93,56 persen,” ungkap Roni Nazra.
Capaian itu menurut Roni menunjukkan, sudah hampir seluruh masyarakat Sumatera Barat yang telah memanfaatkan industri jasa keuangan, dan atau produk-produk jasa layanan industri keuangan.
“Baik itu menabung atau meminjam di lembaga perbankan, deposito, kredit di penyedia jasa layanan kredit resmi baik uang maupun barang, akses ke pasar modal, dan sebagainya,” kata Roni.
Ia menyampaikan, meningkatnya inklusi keuangan masyarakat akan memberikan dampak positif kepada pergerakan ekonomi. Masyarakat semakin mengenal lembaga jasa keuangan sehingga mempermudah dalam mengakses modal usaha, dan berbagai manfaat lainnya.
Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Tahun 2026 dirayakan OJK Sumatera Barat dengan menggelar berbagai acara. Tujuannya adalah sebagai bagian dari edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait industri jasa keuangan, produk dan layanan jasa keuangan, termasuk memahami tugas dan fungsi OJK sebagai lembaga pengawas keuangan dan kepasarmodalan. F






