
AGAM – Posyandu Cendana, Nagari Malalak Utara, Kecamatan Malalak mendapat penilaian dari tim penilai lomba Kader Posyandu Berprestasi tingkat Sumatera Barat, Senin (5/9).
Ketua Tim Penilai, Quartita Evari Hamdiana, S.KM, MM mengatakan, Posyandu Cendana dinilai setelah hasil ekspos pada temu kader posyandu beberapa bulan lalu. Dikatakan, Agam masuk enam besar.
“Jadi penilaian hari ini merupakan tahapan kedua setelah ekspos kader posyandu beberapa waktu lalu di Kota Padang. Agam terbilah menjadi salah satu nominasi,” ujarnya.
Lebih lanjut disebutkan, lomba kader posyandu berprestasi ini digelar dalam rangka pembinaan terhadap program-program posyandu yang ada di kabupaten dan kota.
Pada penilaian kali ini sambungnya, setidaknya ada tujuh indikator keposyanduan yang akan dinilai. Indikator itu yakni administrasi, jadwal pelayanan, peran serta masyarakat, inovasi pelayanan, pembinaan, BKB dan PAUD.

“Tim penilai akan melakukan wawancara mendalam terkait tujuh indikator tersebut yang terbagi dalam lima kelompok, mohon beri informasi selengkap mungkin berdasarkan fakta lapangan,” katanya.
Di sisi lain, Bupati Agam, Dr H Andri Warman, MM menyebut Malalak merupakan kecamatan bungsi di Kabupaten Agam. Sungguh begitu, Malalak menyimpan potensi SDM dan alam yang terbilang memadai.
“Buktinya, Posyandu Cendana ini yang terpilih mewakili Agam dari sekian banyak posyandu. Saya yakin posyandu ini mempunyai inovasi unggulan dalam meningkatkan kunjungan posyandu,” ucapnya.
Bupati berpesan, meski mewakili Agam di tingkat provinsi, Posyandu Cendana dituntut untuk terus menelurkan beragam inovasi.
“Jangan pernah puas, terus ciptakan inovasi untuk mewujudkan pelayanan maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Posyandu Cendana Optimis bisa meraih predikat juara. Pasalnya sederat inovasi keposyanduan dihadirkan untuk menggaet masyarakat agar ramai memanfaatkan Posyandu.
Wali Nagari Malalak Utara, Abdul Hamid Dt. Tan Kabasaran saat ekspos program Posyandu Cendana Senin (5/9), setidaknya ada enam inovasi unggulan yang disodorkan untuk menggaet sasaran posyandu.
“Enam inovasi ini seperti arisan ibu balita, kelompok ayah peduli posyandu, buka lapak di posyandu, tandu, pandu dan ibu peduli sampah,” sebutnya.
Lebih lanjut diterangkan, inovasi arisan ibu balita merupakan upaya meningkatkan kecintaan kaum ibu untuk gemar ke posyandu. Menurutnya, hal itu dapat dimulai dari arisan.
Inovasi ayah peduli posyandu adalah upaya yang menyasar para ayah untuk memahami betapa penting arti imunisasi bagi bayi. Para penyuluh posyandu akan berkunjung ke rumah-rumah untuk menyukseskan program ini.

Lalu buka lapak di posyandu, inovasi ini menyasar orang tua bayi atau balita yang berprofesi sebagai petani. Mereka dimungkinkan membawa hasil panen ke posyandu bersama bayi dan belita.
“Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi sasaran posyandu kami,” sebutnya.
Kemudia tabek posyandu (tandu). Inovasi ini merupakan usaha swadaya sasaran posyandu dalam mengelola tabek atau kolam ikan. Inovasi ini untuk menunjang makanan tambahan bergizi bagi para bayi dan balita.
Inovasi selanjutnya adalah parak posyandu (pandu). Dikatakan Posyandu Cendana memiliki lahana seluas 250 meter persegi yang dimanfaatkan untuk menanam tanaman muda produktif, seperti cabe, terong, bawang, strawberry dan sebagainya.
“Inovasi terakhir adalah Ibu peduli sampah, ini baru dilaksanakan dua bulan terakhir, dengan penemuan tepat guna mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar,” ujarnya. (Pit)






