AGAM -Masyarakat Lubuk Basung keluar rumah sudah menggunakan masker, pasalnya kabut asap yang mulai menebal kembali sejak beberapa hari terakhir. Ketebalan kabut asap sangat mengganggu aktivitas masyarakat.
Salah seorang masyarakat Lubuk Basung, pedagang, di Pasar Padang Baru Lubuk Basung, Kamis (1/10) Arman mengatakan, kabut asap sudah mulai kembali menggaku aktivitas masyarakat. Akibat keadaan pasar kurang kondusif untuk melakukan jual beli. Kondisi pasar semakin sumpek akibat kabut asap. Meski demikian penjualannya tidak terganggu.
“Kami tetap berjualan, walaupun kabut cukup tebal penjualan tetap tidak terpengaruh, namun, pedagang serta pengunjung pasar, merasa kurang nyaman melakukan aktivitas jual beli. Kami berharap kondisi seperti sekarang bisa kembali membaik,” ungkapnya.
Sementara itu salah seorang, masyarakat lubas, Marni mengatakan, beberapa hari terakhir ia berusaha menghindari terlalu banyak keluar rumah. Walaupun sesekalai turun hujan tidak terlalu berpengaruh banyak terhadap kabut asap. Menurutnya masyarakat selalu menjadi korban oleh ketidakseriusan pemerintah pusat mencegah kebakaran hutan.
“Kami menginginkan pemerintah bisa serius menanggulangi bencana kabut asap ini. Jika tidak ada keseriusan keadaanya tentu tidak akan berubah. Masyarakat sudah terbebani dengan biaya hidup yang tinggi, semuanya serba susah, jangan ditambah lagi dengan keadaan semacam ini,” ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam, Fauzir, mengatakan, Pemkab sudah memberikan kelonggaran kepada pihak sekolah apabila ingin, meliburkan aktivitas belajar mengajar apabila kondisi kabut asap semakin tebal mengganggu.
“Saat ini aktivitas belajar mengajar masih berjalan, namun apabila keadaan semakin buruk, sekolah di bolehkan untuk meliburkan aktivitas belajar mengajarnya. Kita tentunya, menginginkan proses belajar mengajar tidak terganggu, semoga keadaan kembali membaik,” ungkapnya. (Wan)






