PADANG – Pembauran kebangsaan di kalangan masyarakat di Kota Padang telah tumbuh dan terimplementasi dengan baik. Meskipun demikian, tetap diperlukan adanya Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) sebagai mitra pemerintah daerah dalam membina dan melaksanakan program pembauran di tengah masyarakat.
Hal itu dikatakan Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia Bambang Sutrisno saat mewakili Walikota Padang membuka kegiatan FPK di Balaikota, Kamis (1/9).
Bambang mengatakan, adanya semangat pembauran sejalan dengan percepatan proses demokrasi yang memberi peluang setiap warganegara untuk menyuarakan tuntutan secara lebih tegas. Sehingga aspirasi dan keinginan seseorang dapat dipresentasikan dengan lebih baik.
“Meskipun telah banyak perubahan ke arah yang lebih baik, tantangan yang dihadapi pemerintah pusat dan daerah masih cukup besar, yaitu adanya upaya memecah belah di tengah keberagaman etnis, ras, suku, budaya dan agama,” ujarnya.
Selama ini, katanya, demokrasi Pancasila terbukti handal menangkal segala ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri. Munculnya tantangan dan ancaman tersebut memicu reaksi yang berlebihan dalam menunjukkan perbedaan, bukannya saling menghargai dalam perbedaan. Sedangkan tantangan dari luar negeri sering datang membawa misi untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah dan pemerintah daerah yang berusaha menyejahterakan bangsa.
“Oleh karena itu, sebagai bangsa yang besar kita sering lupa bahwa kita harus bersama-sama berupaya untuk mengelola kebhinekaan yang kita miliki dan menghormati segala bentuk perbedaan yang ada melalui pembauran kebangsaan,” tukas Bambang.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Padang, Eri Sendjaya mengatakan, peserta kegiatan FPK terdiri dari berbagai elemen masyarakat. Bertujuan untuk percepatan proses pembauran.
“Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan semangat pembauran di tengah masyarakat melalui peserta yang merupakan tokoh masyarakat, tokoh adat dan berbagai elemen organisasi kemasyarakatan,” sebutnya. (der)






