PADANG – Gubernur Sumatera Barat sudah waktunya memikirkan untuk membentuk semacam Badan Koordinasi Wilayah (Bakoorwil) untuk mengefektifkan koordinasi antar wilayah kabupaten dan kota yang ada di Sumatera Barat. Luasnya rentang kendali (span of control) menuntut sistim kordinasi yang jelas dalam rangka integrasi, sinkronisasi dan simplifikasi antar daerah kabupaten/ kota dengan provinsi.
Hal itu dikemukakan oleh Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat dalam rapat dengan mitra kerja dari pemprov Sumatera Barat, Jumat (3/6). Menurut Aristo, Koordinasi Integrasi, Sinkronisasi dan simplifikasi (KISS) sangat dibutuhkan mengingat ada 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
“Span of control yang efektif itu bisa antara satu sampai enam, kalau sudah 19, saya rasa sudah waktunya dibentuk semacam Bakorwil,” katanya.
Rapat kerja tersebut dihadiri oleh beberapa orang anggota Komisi I antara lain Mochklasin, Jasma Juni Datuak Gadang dan Sitti Izzati Aziz. Mitra kerja Komisi I yang hadir dari pemerintah provinsi antara lain Satpol PP, Biro Pemerintahan, Biro Organisasi, Biro Humas dan Badan Diklat.
Menurut Aristo, agar program pembangunan bisa terkoordinasi dan terintegrasi secara lebih jelas dan terarah, Bakorwil perlu dibentuk. Dengan demikian, akan terwujud program kerja yang sinkron dan simpel dalam pelaksanaannya. Metode KISS ini, katanya, sangat efektif dalam memaksimalkan pencapaian program pembangunan daerah.
Disamping itu, koordinasi antar lembaga SKPD di lingkup Pemprov juga harus terjalin dengan baik. Sehingga sinkronisasi program antar SKPD dapat terlaksana dengan baik dan apa yang ingin dicapai dari setiap program mendapatkan hasil yang maksimal. (feb)





