Terungkap di Rakorbang, Kelurahan Purus Akan Garap Perkampungan Nelayan Jadi Destinasi Wisata
  • Home
  • Berita
  • Terungkap di Rakorbang, Kelurahan Purus Akan Garap Perkampungan Nelayan Jadi Destinasi Wisata

Terungkap di Rakorbang, Kelurahan Purus Akan Garap Perkampungan Nelayan Jadi Destinasi Wisata

PADANG – Kelurahan Purus Kecamatan Padang Barat bakal mengembangkan kampung tematik “Perkampungan Nelayan”. Konsep itu dinilai cocok untuk kawasan ini karena merupakan daerah pantai dan menjadi salah satu destinasi wisata.

“Tema perkampungan nelayan ini cocok dikembangkan. Dengan sendirinya nanti akan jadi destinasi penunjang objek wisata Pantai Padang,” kata Camat Padang Barat Eri Senjaya saat membuka Rapat Koordinasi Pembangunan (Rakorbang) Kelurahan Purus 2021 di Cafe Kuali Nyonya, Purus, Senin (10/02/2020).

Eri Senjaya menambahkan, untuk mendukung konsep tersebut dibutuhkan dukungan dari semua pihak. Terutama pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) yang nantinya akan menjadi penggerak dalam hal ini.

“Tentunya dengan LPM kami akan terus berkoordinasi untuk pembangunan yang diusulkan,” katanya.

Dalam Rakorbang Purus ini hadir anggota DPRD Kota Padang Budi Syahrial, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Arfian, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Guswardi dan Ketua LPM Purus Fajril Ale.

Budi Syahrial selaku wakil rakyat dari dapil setempat akan terus mengawal aspirasi masyarakat. Dia mengaku akan selalu nyinyir ke Pemko Padang terkait pelaksanaan program pembangunan yang harusnya menjadi prioritas.

“Saya akan mengawal aspirasi masyarakat untuk prioritas pembangunan di Purus khususnya,” ujarnya.

Terkait peningkatan kesejahteraan nelayan, Kadis Kelautan dan Perikanan akan mengupayakan bantuan alat tangkap yang lebih representatif. ”

Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Arfian mengimbau masyarakat purus untuk selalu menjaga kebersihan dan ketertiban terutama bagi masyarakat yang berdagang di pantai. Ia minta pedagang tidak menempati bagian barat agar tidak menutupi pantai.

“Kami imbau pedagang agar tidak menempati sisi pantai karena sudah ada LPC sebagai lokasi berdagang. Nanti kami akan tertibkan bagi pedagang yang masih belum mengindahkan,” tegasnya.

Arfian juga mengatakan, di Pantai Purus sudah ada panggung festival yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan seni dan budaya. Keberadaannya tentu akan diopgimalkan untuk pertunjukkan yang mendatangkan banyak orang sehingga akan ikut menggenjot pendapatan pedagang.

“Namun kepada pedagang kami sarankan agar lebih kreatif dan menyediakan menu bervariasi. Tidak hanya monoton seperti sekarang dengan menu nasi goreng dan mie instan. Nanti akan kami lakukan juga pembinaan,” tukasnya.

Lurah Purus Fajri E. Rahmat mengharapkan semua potensi di wilayah kerjanya nanti bisa lebih dimanfaatkan. Disamping itu usulan pembangunan dari masyarkat nanti akan bisa direalisasikan berdasarkan prioritas.(der)

Berita Terkait

Leave a Reply