
PADANG – Semakin hari, tubuh Welnawati semakin kurus dan lemah. Batuknya kadang mengeluarkan darah. Rasa sakit di dada dan telinga yan dirasakannya tidak kunjung hilang. Sungguh dia tidak tahu penyakit apa yang dideritanya.
“Sakit seperti ini sudah saya derita hampir setahun. Macam-macam yang saya rasakan. Namun saya tidak tahu sakit apa karena tidak pernah diperiksakan ke dokter,” ungkap wanita 45 tahun itu saat di temui di Jalan Gunung Ledang, RW 03 Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara, Selasa (11/12/2018).
Lebih lanjut, ia menuturkan, bukan tidak ingin untuk memeriksakan penyakitnya ke dokter lebih serius, namun apa daya, dia tidak punya biaya. Kartu jaminan kesehatan (KIS) tidak pula ia miliki. Kalaupun pernah mendaftar BPJS mandiri, sayangnya sudah tertunggak pula berbulan-bulan.
“Apa daya, kami tidak punya biaya. Untuk kebutuhan hidup sehari-hari saja sekarang sulit. Kami hanya mengandalkan penghasilan suami dari menjahit. Itu pun sangat sepi,” tutur Welnawati lirih.
Awalnya, Welnawati memang telah pernah berobat ke Puskesmas. Waktu itu ia merasakan sakit di bagian dada dan kepala. Oleh Puskesmas diberi obat dan dianjurkan untuk pemeriksaan lebih lanjut ke laboratorium rumah sakit.
“Sebelumnya pernah ke Puskesmas. Saya diberi obat dan disuruh ke rumah sakit untuk dicek ke laboratorium. Namun sampai sekarang belum saya lakukan,” ungkap ibu dua anak itu.
Para kerabat dekat dan tetangga cukup bersimpati melihat penderitaan Welnawati. Mereka turut mengupayakan supaya Welnawati bisa berobat.
Salah seorang dari kerabat Welnawati datang ke kantor lurah. Ia berharap Lurah Gunung Pangilun Andi Amir yang dikenal sangat peduli terhadap warganya bisa memberikan solusi. Setidaknya lurah bisa merekomendasikan Welnawati yang tidak memiliki jaminan kesehatan BPJS bisa mendapatkan keringanan dari pihak rumah sakit.
Gayung beesambut, lurah muda ini langsung mengunjungi Welnawati di rumahnya. Saat itu juga Andi Amir menghubungi pihak Puskesmas. Ia meminta Puskesmas memberikan rujukan bagi Welnawati untuk berobat ke RSUD Dr. Rasyidin Padang.
“Kita pasti bantu karena ibu ini termasuk warga miskin akan direkomendasikan ke Rumah Sakit Umum Daerah. Prinsipnya, ibu ini harus berobat secepatnya. Tidak ada KIS atau BPJS bukan alasan,” kata Andi Amir.
Meskipun sedikit menyesalkan karena terlambat mengetahui kondisi warganya, Lurah Terbaik Kota Padang 2018 itu tetap membantu sepenuh hati. Dia memegang prinsip, keberadaan pemerintah adalah untuk menyelesaikan persoalan masyarakat, termasuk masalah kesehatan dan kesejahteraan.
“Kemana lagi warga mengadu kalau bukan ke pemerintah. Keberadaan pemerintah memang memberikan pelayanan dan memberikan solusi terhadap persoalan masyarakat,” tukas Andi Amir. (der)






