
TUAPEIJAT – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai melalui Dinas Pendidikan pada tahun ajaran baru 2018 ini menerapkan seluruh sekolah di mentawai memakai kurikulum 2013 dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Kepala Bidang Dikdas Pendidikan Mentawai, Qamaisir menyebutkan, dalam meningkatkan mutu pendidikan di Mentawai yang diutamakan adalah kualitas.Disamping itu, guru-guru di Mentawai masih banyak yang belum mengikuti pelatihan kurikulum mata pelajaran.
“Sekarang ini guru-guru yang ada di Mentawai seperti PNS, guru Kontrak dan guru Honorer, mereka hanya mendapatkan ilmu dari perguruan saja. Sementara ilmu yang diterima dengan realisasi sekarang ini sudah berubah, karena setiap tahun kurikulum pendidikan selalu berubah,” katanya di Tuapeijat, kamis (5/7).
Ia menjelaskan, dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 160 tahun 2014 tentang pemberlakukan kurikulum, pemerintah menggalakan seluruh sekolah yang ada di Indonesia khususnya Mentawai tahun 2018 sudah memakai kurikulum 2013.
“Saat ini guru di Mentawai lebih kurang 100 orang ikut pelatihan kurikulum 2013 di Bukittinggi, jadi dengan adanya pelatihan K 13 guru di Mentawai memiliki kesiapan lebih baik dalam memberikan mutu pendidikan di bumi sikerei,” ujarnya.
Selain itu, arahan pendidikan kurikulum 2013 lebih tinggi dibanding dengan kurikulum 2006, salah satu perbedaan yang sangat signifikan adalah tentang penilaian, sehingga setiap anak murid terima rapor hanya satu lembar tidak lagi terima rapor seperti biasanya.
Lebih lanjut Qamaisir mengatakan, salah satu sistem yang dibangun adalah metode pertukaran, tujuannya, agar masing-masing guru memiliki pemahaman dengan sistem kurikulum.
Isi pelatihan juga bukan hanya sekedar pemahaman tentang kurikulum 2013 tetapi bagaimana guru memahami pola pendidikan yang baik serta mengajak anak didik lebih kreatif sehinga ada singkronisasi antara guru dengan siswa sebagai fasilitator pendidikan. (Ers)






