
AGAM – Simulasi Bencana dilaksanakan untuk membiasakan dan menjadikan masyarakat Kabupaten Agam lebih siaga terhadap bencana yang datang secara tiba-tiba. Dengan simulasi bencana, diharapkan masyarakat lebih terlatih dan terbiasa dalam kesiapsiagaan bencana.
Hal itu dikatakan Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Bambang Warsito, di sela-sela simulasi evakuasi bencana gempa bumi dan tsunami terhadap ratusan masyarakat dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN), Rabu (26/4) di Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara.
Ia menyebutkan, simulasi bencana yang dilaksanakan ini merupakan kejadian persis saat bencana terjadi. “Kami berharap simulasi bencana ini menjadi sebuah cara untuk menyadarkan diri masyarakat bahwa kita berada di daerah rawan bencana,” katanya.
Tidak hanya itu, tambahnya, sekitar 300 orang masyarakat yang mengikuti rangkaian simulasi tersebut, pihaknya juga menyerahkan voucher belanja dari Jemari Sembako sebesar Rp150.000 per orangnya.
Sejumlah OPD seperti Dinas Sosial, Dinas Satpol PP dan Damkar, Baznas, Senkom, IAIN Bukttinggi, PMI, Jemari Sakato dan tujuh Kelompok Siaga Bencana (KSB) se-Kecamatan Tanjung Mutiara juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. (fajar)






