PADANG – Putaran final Piala Walikota Padang 2016 memperebutkan posisi 3 dan 4 antara tim tuan rumah PSP menghadapi PS Bengkulu, Jumat (20/5) petang tadi berlangsung ricuh. Pertandingan sepi penonton di Stadion H. Agus Salim ini menjadi ajang perkelahian antar pemain dan sempat terjadi dua kali aksi pengejaran wasit.
Sejak awal babak kedua permainan antar kedua kesebelasan sudah mulai memanas dengan kekalahan PSP 1-2 dari PS Bengkulu. Keadaan semakin tidak terkendali ketika wasit dinilai tidak netral dengan menyatakan pelanggaran bagi pemain depan Bengkulu, Roni, di garis kubu lawan. Tak pelak, pemain bernomor punggung 12 itu tersulut emosi dan langsung melakukan pengejaran terhadap wasit Rihul Gunawan.
Situasi di menit ke-75 tersebut dapat dikendalikan tim pengamanan. Pelatih dan ofisial kedua tim sepakat melanjutkan permainan dengan ganjaran finalti bagi PSP. Alhasil, tendangan eksekusi dari Claudio “Toyo” Antonio berhasil menyamakan kedudukan, 2-2.
Menjelang menit akhir, terjadi adu jotos antar pemain PSP dan PS Bengkulu, namun dapat diredam. Wasit kembali menjadi sasaran ketika terjadi kemelut di gawang PSP. Pihak PS Bengkulu menganggap terjadi pelanggaran dan mestinya diganjar finalti.
Wasit Rihul bergeming sehingga pengejaran wasit oleh pemain PS Bengkulu kembali terjadi. Kali ini hampir semua anak asuh pelatih M. Nasir berkostum kuning hitam mengejar wasit Rihul Gunawan, sehingga memaksa tim pengamanan dari kepolisian untuk turun.

Akhirnya, pertandingan terpaksa dihentikan. Panitia memutuskan kedua kesebelasan menjadi juara III kembar pada Piala Walikota Padang 2016 ini.
Sementara itu, laga grand final malam ini berhadapan PS TNI AL menghadapi PON Kaltim. Sekaligus turnamen Piala Walikota Padang 2016 akan ditutup secara resmi oleh Walikota Padang.(der)






