
AGAM – Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium seperti menjadi barang langka di Kabupaten Agam, Lubuk Basung. Pasalnya, setiap BBM bersubsidi itu masuk, selalu terjadi antrian panjang, baik di SPBU Tembok maupun di SPBU Manggopoh.
Mirisnya, jika stok premium itu habis, para pengendara rela antri berjam-jam, bahkan antrian sampai ke badan jalan demi mendapatkan premium.
Rizal, salah satu pengendara mobil yang ikut mengantri di SPBU Tembok mengaku pemandangan seperti ini sudah biasa terjadi.
“Kalau premium ada, pasti ada antrian panjang,” kata Rizal kepada Padangmedia.com, belum lama ini.
Ia mengaku, tidak hanya di SPBU Tembok, di SPBU Manggopoh juga terjadi antrian panjang jika premium telah masuk.
Di SPBU Tembok, pihak SPBU telah membuat aturan tertulis yang ditempel di mesin pengisian. “Khusus untuk BBM jenis premium, kami tidak melayani pengisian jerigen melansir dan tanki modifikasi”.
“Katanya tidak melayani seperti yang tertulis, nyatanya mobil dan sepeda motor lansir yang paling banyak, mencapai 90%,” kata warga lainnya, Veri Senovil di laman Facebooknya.
Warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengaku antrian panjang di SPBU Tembok didominasi oleh pelansir, bahkan mereka rela bolak-balik dan kembali melakukan antrian demi mendapatkan jumlah premium yang banyak.
“Yang antri orangnya cuma itu-itu aja, kami merasa resah karena butuh waktu dan antrian panjang mengisi premium untuk kendaraan,” cetusnya.
Berdasarkan pantauan Padangmedia.com, harga premium eceran di Lubuk Basung dan sekitarnya mencapai Rp9.500 hingga Rp10 ribu/ liter. Hal itulah yang membuat animo para pengecer BBM menjadi tinggi. mereka rela antri berjam-jam demi mendapat keuntungan yang lebih besar. (fajar)






