
BATUSANGKAR – Nagari Minangkabau Kecamatan Sungayang Kabupaten Tanahdatar memiliki potensi sumber air melimpah. Di nagari ini, sedikitnya terdapat 23 sumber air. Namun, potensi itu belum tergarap maksimal.
Walinagari Minangkabau Alfani Hamdi mengungkapkan, saat ini, baru empat sumber air yang termanfaatkan. Padahal menurutnya, sumber air di nagari Minangkabau bahkan bisa langsung dikonsumsi.
“Dari 23 sumber air itu, baru empat yang termanfaatkan sedangkan 19 titik sumber air lainnya belum tergarap. Air yang ada di Nagari ini sangat bersih, bahkan bisa langsung dikonsumsi,” katanya Kamis (17/6) saat menerima kunjungan Tim Safari Ramadhan Pemprov Sumatera Barat dipimpin Wakil Ketua DPRD Arkadius Datuak Intan Bano.
Pemanfaatan sumber air tersebut, sejauh ini, katanya, baru sebatas pengairan sawah, pengairan kolam ikan dan kebutuhan rumahtangga. Jika digarap, sumber air Nagari Minangkabau bisa dimanfaatkan sebagai sumber air minum mineral dan sumber air PDAM.
Dia berharap, pemerintah provinsi dapat membantu pemanfaatan potensi sumber air tersebut lebih maksimal lagi sehingga mendatangkan pendapatan bagi nagari dan berdampak kepada perekonomian masyarakat.
Disamping itu, Alfani juga mengungkapkan keinginan masyarakat menjadikan Nagari Minangkabau sebagai daerah sentra perikanan darat. Dia berharap, pemerintah provinsi dapat membantu mewujudkan keinginan tersebut melalui program-program bantuan bibit ikan dan pelatihan pembudidayaan ikan darat kepada masyarakat. Potensi perikanan darat ini menurutnya sangat memungkinkan mengingat sumber air yang sangat mencukupi.
Menyambut keinginan tersebut, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Arkadius Datuak Intan Bano yang saat itu juga didampingi oleh pejabat dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi mengungkapkan, akan membantu mendorong terwujudnya keinginan tersebut. Dia meminta, pihak DKP Provinsi menindaklanjuti keinginan masyarakat tersebut melalui program-program yang telah disusun.
“Ini merupakan keinginan yang patut diperhatikan mengingat sangat potensial dan akan membawa dampak positif kepada ekonomi masyarakat. Kami meminta pihak DKP untuk menindaklanjutinya,” kata Arkadius.
Kunjungan Safari Ramadhan, sebutnya, adalah dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat dan keinginan masyarakat Nagari Minangkabau adalah salah satu aspirasi yang sangat perlu untuk diwujudkan. Selain itu, berbagai program pembangunan lainnya seperti infrastruktur jalan, jaringan irigasi, pengembangan perkebunan, peternakan dan sebagainya juga menjadi perhatian pemprov Sumatera Barat.
Arkadius menambahkan, setiap nagari hendaknya dapat menyusun rencana pembangunan yang sesuai dengan potensi daerah. Rencana tersebut harus dijadikan usulan prioritas dalam musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) dari tingkat nagari sampai ke kecamatan dan kabupaten. Jika nantinya program tersebut membutuhkan biaya besar dan tidak bisa ditangani pemerintah kabupaten, hendaknya memasukkan proposal ke pemprov untuk dijadikan sebagai program provinsi sesuai kewenangan. (feb)






