MEDAN- Persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Biosolar di Depot Pertamina Telukkabung, Sumatera Barat, dinyatakan aman untuk 15 hari. PT Pertamina menambah pasokan BBM jenis ini untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat.
Branch Manager PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I wilayah Sumbar – Riau, Rahman Pramono Wibowo menyatakan, permintaan biosolar di Sumatera Barat berada pada kisaran 1000 kiloliter per hari.
“Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat, Pertamina meningkatkan pasokan menjadi 1.100 kl per hari dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan,” katanya melalui siaran pers, Selasa (27/3).
Dia menambahkan, penambahan pasokan itu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Baik untuk transportasi maupun untuk kebutuhan nelayan.
Biosolar merupakan BBM yang disubsidi pemerintah, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 191 tahun 2014. Untuk itu, dia menegaskan peruntukkannya harus mengacu kepada Perpres tersebut.
Menurutnya, Perpres tersebut sudah mengatur yang boleh menggunakan BBM bersubsidi. Diantaranya adalah untuk sektor pertanian dan perkebunan dengan luasan maksimal 2 hektare. Kemudian untuk sektor perikanan, adalah untuk nelayan dengan kapal di bawah 30 Gross tone (GT).
“Adapun untuk sektor transportasi barang jelas disebutkan hanya untuk truk atau kendaraan dengan roda di bawah enam,” urainya.
Dia meminta, instansi terkait untuk membantu mengawasi penyaluran biosolar agar tepat guna. Dia yakin, apabila penggunaan yang tepat guna, biosolar cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumen di wilayah Sumatera Barat. (feb/*)






