
PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat diminta untuk tetap rasional dalam mengalokasikan anggaran terkait kesiapan menuju tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tahun 2020. Untuk pembangunan stadion utama di Sikabu Kabupaten Padang Pariaman pun hendaknya mengedepankan azaz efisiensi dan efektifitas.
Hal itu ditegaskan Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Hidayat kepada wartawan, Selasa (13/11). Menurutnya, pembangunan stadion utama yang akan menelan anggaran besar tersebut hendaknya dikaji secara matang.
“Harus tetap rasional dalam mengalokasikan anggaran untuk mempersiapkan diri menjadi tuan rumah. Terutama terkait pembangunan stadion utama yang menelan anggaran besar, hendaknya melalui kajian yang matang dan mengedepankan azaz efisiensi dan efektifitas,” katanya.
Dia mengungkapkan, untuk pembangunan stadion utama menelan anggaran sangat besar, sekitar Rp170 miliar pada APBD tahun 2018. Secara keseluruhan, pembangunan stadion utama itu akan menelan biaya Rp1,6 triliun.
“Anggarannya sangat besar, mencapai Rp1,6 triliun. Apakah ini akan bisa terkejar sementara waktu tinggal setahun lagi. Kalau tidak memungkinkan, harusnya ada opsi lain,” tambahnya.
Hidayat menyebutkan beberapa opsi jika pembangunan stadion utama itu tidak akan terkejar menjelang pelaksanaan. Bisa dilakukan dengan mengoptimalkan GOR Agus Salim sebagai stadion utama, misalnya.
Selain menyoal persiapan sebagai tuan rumah penyelenggaraan, HIdayat juga mengingatkan pemerintah provinsi terkait pembinaan kafilah. Berkaca dari pengalaman merosotnya prestasi kontingen Sumatera Barat pada MTQ di Medan, ini hendaknya menjadi perhatian serius.
“Namun, saya belum melihat masuknya anggaran pembinaan kafilah MTQ diajukan dalam RAPBD tahun 2019. Ini harus menjadi perhatian,” ingatnya.
Dia menegaskan, sebagai tuan rumah hendaknya Sumatera Barat mampu menggenjot prestasi. Untuk menggenjot prestasi tentunya harus ditopang oleh alokasi anggaran untuk pembinaan.
“Anggaran pembinaan kafilah harus jadi perhatian agar prestasi kafilah sebagai tuan rumah bisa didorong,” tandasnya. (fdc).






