
PADANG – Beberapa hari terakhir, para pembalap melakukan latihan di kawasan Pantai Padang setiap sorenya. Tepatnya di Jalan Samudera bekas lokasi bermain anak- anak dan Pujasera yang telah dibongkar sampai ke depan Lapas Kls II A Muaro Padang.
Di lokasi tersebut memang direncanakan akan digelar iven motocross selama dua hari, 4 dan 5 November 2016. Para crosser dari berbagai daerah di pulau Sumatera akan ambil bagian.
Dari pantauan padangmedia.com, Minggu (30/10) sore, terlihat banyak pengunjung yang datang ke lokasi tersebut guna melihat crosser yang sedang latihan. Namun, dari segi keamanan terlihat masih kurang. Risiko kecelakaan yang tak diinginkan bisa saja terjadi saat pembalap sedang latihan. Pasalnya, arena sircuit motocros hanya dibatasi dengan bilahan bambu serta tali kuning seperti tali policeline. Beberapa kali hampir terjadi insiden yang hampir menerjang para penonton yang berada di pinggir sircuit.
Selain itu, menjelang terlaksananya iven tersebut, beberapa pedagang merasa khawatir karena ada kabar para pedagang di sana bakal digusur selama pelaksanaan kegiatan motocross. WN (27), salah seorang pemuda setempat yang sebagian besar keluarganya berjualan di lokasi itu kepada padangmedia.com mengaku ia mendengar kabar bahwa para pedagang akan dikeluarkan dari lokasi. Namun, ia berharap pihak panitia tetap memberi ruang bagi pedagang untuk tetap berada dalam lokasi pertandingan saat iven berjalan sehingga pedagang juga bisa kebagian rezeki.
Ia mengaku mendukung diadakannya iven-iven seperti itu di Pantai Padang. Dengan adanya iven tentu akan banyak pengunjung yang datang ke Pantai Padang dan otomatis menjadi pemasukan yang besar bagi pedagang serta panitia.
Sebagai pemuda setempat dan juga sebagai keluarga pedagang yang sudah lama berjualan di pinggir pantai Jalan Samudera, ia minta pedagang di sana jangan sampai tersingkir gara-gara iven yang akan diadakan tersebut. Apalagi, para pedagang di sana juga sudah dibantu oleh Dinas Pariwisata Padang berupa gerobak untuk berjualan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Padang, Medi Iswandi mengakui adanya iven motocross pada 4 sampai 5 November 2016 nanti. Menurutnya, panitia penyelenggara mendapatkan izin dari Walikota Padang untuk mengadakan iven motocross di pantai Jalan Samudera.
“Sebenarnya, kami sudah mengusulkan untuk latihan cross ini dilakukan di daerah pinggir kota, seperti di Pantai Air Manis dan Pasia Nan Tigo, Koto Tangah atau daerah pinggiran pantai lainnya yang luas dan bukan di Pantai Padang. Karena, di lokasi iven cross yang akan diselenggarakan itu, akan kami bangun sebuah masjid,” ujar Medi pada padangmedia.com melalui selulernya, Minggu (30/10).
Terkait kabar bahwa pedagang yang biasa berjualan di lokasi pertandingan akan dikeluarkan dari lokasi, Medi mengatakan akan memperjuangkan nasib pedagang. Karena, pada umumnya mereka yang berjualan di sana adalah keluarga yang kurang mampu. Apa salahnya mereka juga mendapatkan pemasukan dari iven tersebut, ujarnya.
Medi Iswandi juga menegaskan akan merembukkan hal itu bersama pihak panitia. Jika tindakan panitia penyelenggara merugikan pedagang, ia tidak akan segan mencabut izin penyelenggaraan iven motocross tersebut.
“Saya tidak ingin pedagang dirugikan. Panitia penyelenggara harus bisa menyikapi hal ini,” tegasnya. (baim)






