Pasca Banjir Garut, Proses Belajar Tetap Berjalan
  • Home
  • Berita
  • Pasca Banjir Garut, Proses Belajar Tetap Berjalan

Pasca Banjir Garut, Proses Belajar Tetap Berjalan

JAKARTA – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan proses belajar mengajar di sekolah-sekolah di Garut tetap berjalan, pascabencana banjir bandang Senin (20/9). 14 Sekolah dilaporkan terdampak, dua diantaranya rusak parah.

“Data Dinas Pendidikan Kabupaten Garut menyebutkan 11 sekolah dari tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas yang terdampak. Kegiatan sekolah pada hari pertama pascabencana libur, sedangkan pada hari kedua dilakukan pemanfaatan gedung secara bersama-sama,” terang Sutopo, Kamis (22/9).

Dua sekolah yang rusak parah yaitu SDN Sukaratu 1 Banyuresmi dan SMP PGRI. Sementara itu, sekolah-sekolah yang lain masih tetap menggunakan sekolahnya masing-masing.

Data Dinas Pendidikan Kabupaten Garut menyebutkan perkiraan kerugian mencapai Rp 1,4 milyar. Berikut ini sekolah-sekolah yang terdampak banjir bandang Garut.

1. SD IT Muhammadiyah Tarogong Kidul
2. SDN Sukaratu 1 Banyuresmi
3. SMP Negeri 2 Banyuresmi
4. SMP Negeri 3 Tarogong Kidul
5. SMP Negeri 5 Tarogong Kidul
6. SMP Negeri 2 Samarang
7. SMP Negeri 3 Cisurupan
8. SMP Qurota Ayun Samarang
9. SMP PGRI Garut
10. SMP Negeri 1 Pasirwangi
11. SMA PGRI Garut

Pendidikan merupakan salah satu prioritas dalam penanganan darurat pascabanjir bandang. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei  memberikan arahan terkait pendidikan.

“Perlu diadakan tempat darurat untuk sekolah,” papar Willem pada rapat koordinasi yang digelar di Posko Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang Garut pada Rabu malam (21/9). BNPB pun telah mengirimkan bantuan pakaian sekolah kepada anak-anak yang terdampak banjir bandang.

Di samping pendidikan, prioritas utama Posko Tanggap Darurat berfokus pada pencarian dann penyelamatan korban yang masih hilang serta pelayanan kebutuhan dasar bagi 433 jiwa pengungsi.

Banjir bandang Garut dipicu hujan dengan intensitas tinggi di daerah hulu pada Senin lalu (20/9) sekitar pukul 22.00 WIB. Banjir bandang terlebih dulu melanda Desa Mulya Sari, Kecamatan Bayongbong dan berlanjut ke Kecamatan Tarongong Kidul, Garut Kota hingga Cibatu.

Daerah yang paling parah terlanda banjir bandang adalah Desa Haurpanggung Kelurahan Sukakarya Kecamatan Tarogong Kidul dan Kelurahan Sukamentri dan Kelurahan Paminggit Kecamatan Garut Kota. (feb/*)

Berita Terkait

Leave a Reply