PADANG– Ketua DPRD Padang Erisman, dan Walikota Padang Mahyeldi sempat beberapa kali terpaksa harus berhenti membacakan kata sambutannya saat pelaksanaan rapat paripurna istimewa memperingati HUT Kota Padang Ke-346 di Gedung DPRD Kota Padang Jalan Sawahan, Jum’at (7/8).
Kehikmatan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Padang memperingati Hari Ulang Tahun kota Padang ke -346 ini terganggu akibat matinya arus listrik yang berkali- kali.Dari pantauan padangmedia.com, insiden padamnya listrik pertama kali terjadi ketika ketua DPRD Padang H.Erisman Chaniago sedang membacakan kata sambutannya, akibatnya sidang paripurna istimewa sempat terhenti hingga 15 menit.
Begitu juga saat Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah sedang menyampaikan kata sambutannya, arus listrik kembali padam hingga beberapa kali. Insiden padamnya arus listrik ini membuat para tamu undangan yang hadir diruangan sidang sempat meninggalkan ruangan sidang, hal ini karena suhu ruangan yang mulai memanas dan membuat gerah anggota dewan serta para tamu undangan.
Terkait dengan itu, Sekda Kota Padang Nasir Ahmad yang sekaligus merupakan Ketua pelaksana kegiatan Hari Ulang Tahun Kota menyampaikan permintaan maaf atas insiden mati lampu yang terjadi saat sidang paripurna istimewa tersebut. Pihaknya (panitia-red) telah melayangkan surat secara formal kepada PLN tertanggal 4 Agustus 2015, memohon untuk tidak mematikan arus listrik selama kegiatan berlangsung dan melakukan pembebasan daya serta minta peminjamkan Gen-set dari PLN.
Menurut Nasir Ahmad surat tersebut sejauh ini tidak ditanggapi oleh PLN. Hingga pagi anggota kesekretariatan DPRD Padang masih menunggu kedatangan Gen-set dari PLN.S aat dihubungi pihak PLN yang menerima surat permohonan tersebut tidak mengangkat telponnya.
“Kita menyesali nisiden matinya listrik disaat peringatan hari ulang tahun Kota Padang ini. Hal ini dinilai cukup memprihatikan , mengingat banyak tamu undangan yang menghadiri acara tersebut. Pihaknya berharap matinya listrik saat pelaksanaan kegiatan penting , harus menjadi perhatian PLN kedepannya. Menyikapi kondisi ini pemko akan melayangkan surat ke PLN untuk meminta pertanggungjawabannya,”ungkapnya.
Sementara itu, anggota komisi II DPRD Kota Padang, M Dinul Akbar mengatakan, dirinya merasa cukup prihatin dan kecewa atas insiden terjadinya mati lampu saat sidang paripurna berlangsung. Kondisi tersebut diakuinya cukup mengurangi hikmatnya kegiatan rapat paripurna istimewa tersebut. “Kedepannya kita berharap panitia dapat lebih siap menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan saat kegiatan penting berlangsung,”tutupnya.(baim).







