JAKARTA- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmen untuk terus memperkuat reformasi pasar modal Indonesia. Komitmen itu dilakukan antara lain melalui peningkatan transparansi, integritas, likuiditas, dan penegakan hukum untuk meningkatkan kepercayaan investor serta daya saing pasar modal Indonesia di tingkat global.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam dialog dengan investor institusional domestik dan internasional yang diselenggarakan Mandiri Sekuritas secara dalam jaringan (daring) di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Hadir dalam kesempatan itu Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jefry Hendrik.
Friderica menegaskan, pihaknya memahami perhatian investor terhadap perkembangan pasar modal Indonesia, khususnya setelah pengumuman MSCI mengenai konsultasi potensi perubahan klasifikasi pasar Indonesia.
“OJK menghormati penilaian independen MSCI dan berkomitmen menjawab berbagai perhatian tersebut melalui reformasi yang konkret, konsisten, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia menambahkan, kepercayaan investor harus dibangun melalui tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan. OJK berkomitmen membangun pasar modal Indonesia yang adil, transparan, kompetitif, dan memiliki kredibilitas global.
“Fokus kami adalah memastikan reformasi memberikan hasil nyata dan terukur bagi peningkatan kualitas pasar serta kepercayaan investor,” ujarnya.
Friderica menyampaikan, fundamental pasar modal Indonesia tetap kuat, dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar 589 miliar dolar AS, terbesar kedua di ASEAN, serta jumlah investor mencapai 31,1 juta. Kinerja perusahaan tercatat juga menunjukkan perkembangan positif, dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 15,9 persen dan laba bersih sebesar 16,3 persen dalam periode 12 bulan hingga Juni 2026. F






