OJK dan SRO Jalankan Delapan Program Aksi Prioritas Reformasi Pasar Modal
  • Home
  • Berita
  • OJK dan SRO Jalankan Delapan Program Aksi Prioritas Reformasi Pasar Modal

OJK dan SRO Jalankan Delapan Program Aksi Prioritas Reformasi Pasar Modal

WhatsApp Image 2026 10 21 at 16.41.46

JAKARTA- Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi menyatakan bahwa OJK bersama BEI dan seluruh Organisasi Regulator Mandiri atau Self-Regulatory Organizations (SRO) terus menjalankan delapan program aksi prioritas reformasi pasar modal Indonesia. Delapan aksi tersebut mencakup peningkatan likuiditas, transparansi, tata kelola dan penegakan hukum, serta kolaborasi dengan pemangku kepentingan.

Hal itu disampaikan Hasan Fawzi dalam dialog dengan investor institusional domestik dan internasional yang diselenggarakan Mandiri Sekuritas di Jakarta, Selasa (20/10/2026). Hadir dalam kesempatan itu Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jefry Hendrik.

Hasan menjelaskan, reformasi tersebut antara lain mencakup peningkatan ketentuan minimum free float menjadi 15 persen secara bertahap. Kemudian penguatan transparansi kepemilikan manfaat akhir (beneficial ownership), perluasan klasifikasi investor dari sembilan menjadi 39 kategori, keterbukaan informasi kepemilikan saham di atas satu persen, serta publikasi daftar High Shareholding Concentration (HSC).

“Reformasi pasar modal tidak berhenti pada penyempurnaan regulasi atau pengumuman kebijakan. Prioritas kami adalah memastikan implementasi yang konsisten sehingga menghasilkan peningkatan nyata pada transparansi, likuiditas, integritas, dan daya tarik investasi di pasar modal Indonesia,” ujar Hasan.

Sementara itu, terkait MSCI, Hasan menjelaskan bahwa pengumuman pada 15 Oktober 2026 merupakan proses konsultasi mengenai potensi perubahan klasifikasi pasar Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market bukan keputusan final.

“MSCI membuka kesempatan penyampaian masukan hingga 30 April 2027, dengan keputusan akhir yang dijadwalkan pada 30 Juni 2027,” jelasnya.

Ia menyebutkan, OJK menghormati independensi penilaian MSCI dan terus melakukan komunikasi konstruktif agar seluruh perkembangan reformasi pasar modal Indonesia memperoleh pertimbangan secara menyeluruh. Sepanjang Februari hingga Oktober 2026, OJK telah melakukan komunikasi dan pertemuan dengan MSCI sebanyak 16 kali. F

Berita Terkait

Leave a Reply