
PADANG – Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengimbau masyarakat untuk tidak malu memeriksakan diri jika ada kekhawatiran terpapar corona virus disease (Covid-19). Lebih cepat diketahui, lebih mudah penanganannya.
“Masyarakat tidak perlu malu untuk memeriksakan diri. Lebih cepat diketahui, akan lebih baik dan penanganannya lebih mudah,” kata Nasrul Abit.
Terpapar Covid-19 bukanlah aib yang harus ditutupi. Justru inisiatif memeriksakan diri dan jujur terhadap riwayat perjalanannya akan semakin memudahkan penelusuran untuk langkah antisipasi.
Mengutip pendapat dosen Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dr. Rizanda, Nasrul Abit meyakinkan bahwa terpapar Covid-19, kemungkinan sembuh 80 persen karena tubuh manusia memiliki imunitas. Tinggal bagaimana menekan 20 persen lainnya sehingga terhindar dari kemungkinan terburuk yaitu kematian.
“Salah satu upaya menekan kemungkinan 20 persen ini, kuncinya terbuka, jujur. Tidak perlu malu memeriksakan diri jika ada gejala gangguan kesehatan sehingga penanganan dapat dilakukan lebih awal,” ujarnya.
Keterbukaan dari orang terindikasi terpapar juga sangat dibutuhkan dalam upaya memetakan lokasi kemungkinan sebaran Covid-19. Seperti riwayat perjalanan, orang yang pernah melakukan kontak dan sebagainya.
“Informasi ini sangat dibutuhkan sehingga bisa langsung dilakukan penelusuran (tracing) untuk mencegah penyebaran lebih luas,” lanjutnya.
Nasrul Abit juga mengajak Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang melakukan isolasi mandiri untuk disiplin. Agar upaya isolasi dapat berjalan maksimal, tidak menularkan virus kepada yang lain.
Dia menyadari, Covid-19 sudah menjadi wabah pandemik. Penyebarannya berpindah dari orang ke orang.
Jika masyarakat tidak disiplin dalam melakukan social distance dan physical distance, dikhawatirkan penyebaran virus itu tidak akan terkendali. Jumlah orang terpapar akan semakin banyak sehingga fasilitas pelayanan kesehatan tidak mampu lagi menampung.
Kondisi ini membutuhkan perhatian bersama agar wabah pandemik tersebut bisa dimusnahkan. Dengan tidak memberi ruang bagi virus untuk menyebar ke orang lain.
“Disiplinkan diri untuk menerapkan social distancing dan physical distancing. Jaga jarak antar orang, hindari keramaian dan kerumunan, mengurangi aktivitas di luar rumah, mencuci tangan dengan sabun dan lainnya,” terangnya.
Nasrul Abit juga mengingatkan kepada petugas medis agar selalu berhati – hati pada saat melakukan penanganan. Laksanakan tugas sesuai dengan protokol penanganan Covid-19, gunakan selalu Alat Pelindung Diri (APD) serta bersihkan badan dan pakaian sehabis menangani pasien. (f)






