
PADANG – Lima belas orang pahlawan nasional asal Sumatera Barat diabadikan pada sebuah monumen di Taman Melati, Padang. Nama dan foto ke 15 pahlawan nasional asal Minangkabau itu diukir dalam bentuk relief dan diresmikan bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2017.
Penggagas monumen bernama Monumen Taman Sari itu, Awaluddin Jamin menegaskan, monumen tersebut untuk pengabadian bukti sejarah besarnya peran orang Minangkabau dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sekaligus, untuk mengingatkan kepada generasi muda agar mengingat jasa para pahlawan.
“Monumen Taman Sari ini dibangun dengan tujuan agar generasi muda mengetahui para pahlawan nasional dari Sumatera Barat, dan mampu meniru semangat perjuangan mereka untuk membangun bangsa ini,” ungkap mantan Kapolri yang kini memimpin Yayasan Serikat Oesaha ((YSO) Adabiah ini saat peresmian, Jumat (10/11) pagi.
Dia menambahkan, Monumen Taman Sari dibangun juga sebagai bentuk penghargaan terhadap putra – putri terbaik Minangkabau yang gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Lima belas pahlawan nasional asal Sumatera Barat yang diukir di Monumen Taman Sari tersebut adalah H. Agus Salim, Tuanku Imam Bonjol, Dr. Muhammad Hatta, Mr. Muhammad Yamin, Sutan Syahrir, Hamka, Tan Malaka dan Muhammad Natsir. Kemudian Rasuna Said, Abdul Halim, Ilyas Yakub, Abdul Muis, Adnan Kapau Gani, Hazairin dan Bagindo Aziz Chan.
Menurut Jamaluddin, dari 164 orang pahlawan nasional, 15 orang berasal dari Minangkabau.
“Ini harus menjadi pelecut semangat bagi orang Minangkabau saat ini untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan berperan aktif membangun bangsa ke depan,” tambahnya.
Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit dalam kesempatan itu menyatakan, generasi Minangkabau saat ini arus menjadikan perjuangan para pahlawan sebagai teladan. Besarnya peran orang Minang dalam perjuangan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah harus dikenang dan dihargai.
“Bentuk penghargaan terhadap perjuangan itu adalah dengan peran aktif melanjutkan pembangunan bangsa ini agar lebih maju lagi,” ujarnya.
Menurutnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa para pahlawan. Dengan berkontribusi dalam pembangunan, merupakan bentuk penghargaan terhadap jasa para pahlawan. (feb)





