
MENTAWAI – Trail adventure atau sering disebut trabas mungkin tak asing di berbagai daerah di Indonesia. Namun, sedikit yang mengulas tentang trabas dan adventure trail.
Trabas merupakan salah satu nama klub paling tua di Indonesia yang berasal dari bandung yaitu Trail Adventure Bandung Assosiation (TRABAS). Didirikan sejak tahun 1995 dan saat ini boleh dibilang sebagai salah satu klub adventure terbesar dengan beranggotakan lebih dari 800 orang.
Kapolres Kepulauan Mentawai, Hendri Yahya mengatakan, dulu belum banyak penggemar trail adventure. Namun, dengan keberadaan nama trabas yang menjadi pionir, kegiatan trail adventure menjadi populer di Indonesia.
Untuk menjadi anggota trabas, katanya, harus melalui proses seleksi yang cukup ketat. Para calon anggota harus menjalani pelatihan dasar serta masa bimbingan hingga dirasa mampu dan mempunyai bekal yang cukup untuk menjadi trail offroader.
Mentawai bakal menyelenggarakan event Trabas pada Maret 2019 mendatang. Bersama Komunitas Kumpulan Trabas Mentawai (ULTRAMEN), Kapolres Mentawai akan melakukan uji coba jelajah perbukitan Tuapeijat, sekaligus survei lokasi jalur yang akan dilalui para rider trail adventure.
Ia mengatakan, rute yang direncanakan untuk trek trabas dimulai dari Dermaga Tuapeijat-masuk simpang Kajari melewati hutan belakang kantor Bupati dan tembus ke Mapolres Mentawai. Setelah itu lanjut ke Bukit Pamewa Sp3-Dusun Berkat-Mapadegat-Pantai Jati- dan finish di halaman Kantor Bupati Mentawai km.5 Tuapeijat.
“Jalur yang disurvei untuk turnamen nantinya mungkin agak penuh dengan tantangan dan sangat berbeda dengan daerah lain, sesuai denagan alam Mentawai. Jadi, memang cocok digelar iven trabas sekaligus mempromosikan wisata,” kata Hendri Yahya kepada padangmedia.com, Rabu (16/1).
Hendri Yahya mengatakan, terkait dengan kegiatan yang akan diselenggarakan pada Maret mendatang, anggarannya melalui Pemkab Mentawai bekerjasama dengan Polres Kepulauan Mentawai sebagai motor pelaksana kegiatan.
Event trail adventure itu, lanjut Hendri Yahya merupakan pertama kalinya dilaksanakan di Mentawai. Bagi pecinta alam bisa mengikuti tantangan yang agak sedikit ekstrim. Bahkan, peserta bukan hanya saja lokal. Berkemungkinan dari daerah lain bisa mengikuti event tersebut.
Diakui Hendri, event trabas yang akan diselanggarakan itu merupakan ide dari dirinya. Ia lalu menyampaikan ke ke Pemkab Mentawai untuk dimasukkan anggarannya.
“Kegiatan ini sekaligus mempromosikan keindahan alam Mentawai. Peserta trabas nantinya akan diberi hadiah satu motor trail beserta pakaian lengkap melalui undian doorprize. Jadi, seluruh rider diberikan kupon. Kalau dana mencukupi, berkemungkinan dilakukan surprize bagi rider yang bisa melalui tanjakan menantang di setiap trek yang telah di tentukan,” tukasnya. (ers)





