
SOLOK – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah tertarik pada tanaman eucalyptus. Tanaman tersebut dikembangkan kelompok petani Bukik Gompong, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.
“Melihat pertumbuhannya yang bagus di Sumatera Barat, tanaman eucalyptus ada baiknya dikembangkan untuk komiditi pertanian ke depan. Prospeknya cerah, karena memang dibutuhkan untuk bahan obat – obatan dan beberapa produk kesehatan lainnya,” kata Mahyeldi saat kunjungan kerjanya di Bukik Gompong, Kabupaten Solok beberapa waktu lalu.
Menurut mantan Wali Kota Padang itu, meski butuh penelitian lebih lanjut, namun eucalyptus seringkali digunakan untuk penderita kondisi kesehatan tertentu, seperti asma, bronkitis, plak, gingivitis, serta kutu pada kepala. Sedangkan produk – produk berasal dari ekstrak daun tumbuhan ini juga sudah ada diproduksi dan dipasarkan.
Konon eucalyptus juga bisa menangkal covid-19. Para ahli masih melakukan riset lebih jauh untuk hal itu.
“Untuk pemasarannya nanti bisa lebih diperluas dengan bersinergi dengan banyak pihak,” kata Mahyeldi.
Dalam kesempatan itu, Mahyeldi mengapresiasi kelompok tani organik Bukik Gompong yang telah memulai menanam eucalyptus. Hal itu suatu inisiatif dan inovasi yang patut didukung pemerintah, terlebih karena dimotori para petani milenial.
“Kami mengapresiasi kelompok petani milenial yang telah berinisitif mengembangkan eucalyptus, ” ujar Mahyeldi.
Lebih lanjut Mahyeldi mengulas, sejalan dengan program meningkatkan kesejahteraan petani, Sumbar juga memiliki program unggulan menciptakan 100 ribu enterpreneur milenial. Petani muda merupakan bagian dari enterpreneur milenial untuk kesuksesan program ini ke depan.
“Kehadiran petani milenial, kami optimis program meningkatkan kesejahteraan petani dan mewujudkan enterpreneur milenial bisa sukses, ” tukasnya. (der)







