Wako Padangpanjang diwakili Kepala Dinas Perhubungan, I Putu Venda melihat tim penilai PKK Sumbar di Kel.Sigando. (foto: humas)
PADANGPANJANG – Lima daerah binaan Kota Padangpanjang lolos ke tingkat provinsi. Di antaranya Kelurahan Koto Katik, Sigando, Tanah Hitam, Kampung Manggis dan Kecamatan Padangpanjang Timur. Lima daerah binaan itu di nilai Tim penggerak PKK tingkat Provinsi Sumatera Barat, Selasa (16/5).
Dari lomba-lomba yang dilaksanakan pada tahun 2017, PKK Kota Padangpanjang mengirimkan Kelurahan Koto Katik untuk tertib administrasi, kelurahan Sigando untuk Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) pokja I. Sedangkan Kelurahan Tanah Hitam untuk Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UPPK) Pokja II, Kelurahan Kampung manggis untuk Hunian Asri Teratur Indah dan Nyaman (HATINYA) Pokja III, dan Kecamatan Padangpanjang Timur untuk Pelaksanaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA Test) Pokja IV.
Salah satu daerah binaan yang ditinjau dan dinilai TP PKK Tingkat Provinsi Sumatera Barat adalah Kelurahan Sigando yang dihadiri walikota Padangpanjang, Hendri Arnis diwakili oleh Kepala Dinas Perhubungan, I Putu Venda.
Dalam sambutannya, I Putu Venda menjelaskan, dengan mengikuti lomba dapat dijadikan momentum untuk semakin meningkatkan motivasi serta menyempurnakan berbagai program dan kegiatan gerakan PKK di Kota Padangpanjang.
“Walaupun secara umum kami menilai bahwa berbagai program dan kegiatan PKK di Kota Padangpanjang sudah berjalan dengan semestinya, namun kami juga menyadari bahwa apa yang kami laksanakan tersebut tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahan,” ungkap Venda.
Ia juga berharap kepada tim penilai agar dapat memberikan masukan dan bimbingan, sehingga kegiatan PKK di Kota Padangpanjang dapat menjadi lebih baik lagi pada masa-masa yang akan datang.
Ketua Tim Penilai Penggerak PKK Provinsi Sumbar, Nevi Irwan Prayitno diwakili Yuliza selaku tim penilai penggerak PKK kota, mengatakan, Pokja I sampai Pokja IV dan tertib administrasi di kelurahan yang menang di tingkat provinsi tahun 2017 akan masuk ke tingkat nasional untuk tahun 2018. Lomba-lomba merupakan kebijakan dari pusat.
“Rata-rata kelemahan kita saat ini, untuk menuju ke tingkat nasional adalah bagian administrasi PKK. Padahal, ini termasuk suatu yang penting, karena semua data ada di situ, mulai dari ibu hamil, melahirkan, meninggal dunia, semua ada di data administrasi PKK. Sebenarnya ini bukan lah kegiatan yang sulit, apabila kita rutin melakukannya,” ungkap Yuliza.
Di penghujung acara, untuk menghibur para tamu undangan PKK tingkat Provinsi Sumatera Barat yang hadir, tim Kelurahan Sigando menampilkan sandiwara Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang diperankan para kader PKK Kelurahan Sigando. (rin/*)






