
JAKARTA – Masih rangkaian pameran Wastra Nirbatik Nirtenun yang dilaksanakan Unit Pengelola Museum Seni bertempat di Museum Tekstil Jakarta, dimulai tanggal 8 sampai 18 November 2018, juga digelar kegiatan membuat dan menghias wastra tanpa alat tenun.
Kepala Unit Pengelola Museum Seni Jakarta Esti Utami menyatakan, kegiatan pelestarian wastra nusantara yang dikemas dengan pameran itu menyajikan sekitar 80 koleksi kain tradisional Indonesia yang ragam hiasnya dibuat dengan teknik bukan melalui proses tenun atau batik.
“Ragam wastra itu seperti teknik sulaman dari Sumatera Barat, Aceh, Kalimantan Barat dan daerah lainnya. Juga wastra teknik ikat celup, wastra kulit kayu dari Bengkulu, Sulawesi Tengah, Kalimantan, Papua dan daerah lainnya yang dibuat dengan cara ditempa,” sebut Esti, Sabtu (17/11).
Pameran dibuka Ketua Dekranasda Provinsi DKI Jakarta, Feri Farhati Ganis dan dihadiri oleh para pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, beberapa kepala museum provinsi, kolektor dan para pencinta kain serta media cetak dan elektronik.
Rangkaian acara itu, jelasnya, diselenggarakan juga bazar produk kain tradisional, workshop menyulam, merajut, merenda bagi pelajar dan masyarakat, diskusi kain, peragaan wastra oleh model dan lomba cipta video tutorial wastra ikat celup.
Terkait kegiatan Membuat dan Menghias Wastra Tanpa Alat Tenun tersebut bekerja sama dengan komunitas pelestarian wastra dan merajut yang langsung melakukan kegiatan dengan peserta yang datang, jelasnya.
Ketua Komunitas Rajut Bogor Ari Asih Pratiwi menambahkan, komunitasnya berupaya melestarikan wastra Nusantara serta melakukan kegiatan. Di antaranya menjadi pelatih kegiatan merajut wastra.
“Dengan menjadi pengisi kegiatan membuat dan menghias wastra tanpa alat tenun ini dapat mentranformasi upaya pelestarian wastra yang sangat beraneka ragam di nusantara ini,” pungkasnya. (tumpak)





