Kurang Dana, Event Surfing Internasional di Mentawai Dibatalkan
  • Home
  • Berita
  • Kurang Dana, Event Surfing Internasional di Mentawai Dibatalkan

Kurang Dana, Event Surfing Internasional di Mentawai Dibatalkan

MENTAWAI – Pelaksanaan event surfing internasional di Kabupaten Kepulauan Mentawai yang diagendakan pada bulan Mei 2018 untuk yang ketiga kalinya dinyatakan gagal, karena ketersediaan anggaran tidak mencukupi.

Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahrag (Disparpora) Mentawai, Aban Barnabas Sikaraja menyebutkan, gagalnya penyelenggaraan event surfing internasional di Mentawai memang dikarenakan anggaran yang tidak mencukupi. Selain itu, ia juga menyebutkan, tidak ada yang disalahkan dalam hal ini.

“Pada saat pengajuan anggaran tahun 2018, rapat bersama organisasi surfing dunia itu dilaksanakan setelah disahkan anggaran, sehingga pengajuan anggaran berpatokan pada event surfing tahun sebelumnya,” kata Aban Barnabas di Tuapeijat, Jumat (6/7).

Menurutnya, kalaupun dilaksanakan event tersebut, maka dilakukan pergeseran anggaran. Akan tetapi, sulit untuk mencarikan anggaran yang mencapai Rp.1,5 miliar, sementara anggaran yang tersedia hanya sebesar Rp.800 juta.

“Kalau event sebelumnya memakan anggaran hanya sekitar Rp.1 miliar, namun pada event sekarang tidak mencukupi anggaran sebesar event lama, oleh karena itu event surfing internasional di mentawai dibatalkan,” jelasnya.

Ia mengatakan, pada event sebelumnya biaya yang diberikan kepada pihak ASC Bali dan Jakarta tingkat akomodasinya bisa mencukupi anggaran pelaksanaan event surfing internasional, namun tahun ini langsung dari organisasi surfing dunia, karena honor official internasional lebih besar dengan official nasional, sehingga anggaran tidak mencukupi.

Sesuai dengan presentase dengan pihak organisasi surfing dunia, kata Aban, Mentawai menjadi salah satu tuan rumah, kalau suatu daerah itu bersedia menyelenggarakan event surfing tingkat internasional dan cukup ketersediaan anggaran, maka sponsor dari pihak luar akan datang untuk bekerjasama.

“Sebenarnya organisasi surfing internasional telah menargetkan Mentawai persiapan menjadi tuan rumah event surfing internasional, persoalannya karena hanya ketersediaan anggaran sehingga gagal pelaksanaan event tersebut,” imbuhnya.

Lebih lanjut Aban mengatakan, strategis untuk kedepan, menyiapkan sponsorsif, karena kalau berharap dengan anggaran APBD berkemungkinan kecil bisa terlaksana, maka diperbanyak mencari branding dan dijajaki jauh sebelum dilaksanakan event.

“Pada prinsipnya event surfing internasional bisa terlaksana di daerah harus membangun kerjasama dengan pihak double USL Organisasi Surfing Dunia, provinsi, kementerian dan ponsor. Karena event tersebut tidak membawahi nama kabupaten lagi akan tetapi Indonesia,” ujar Aban. (Ers)

Berita Terkait

Leave a Reply