
SOLOK – Komunitas Timor-er Minang, pemilik dan penggemar mobil Sedan Timor yang tersebar di Sumatera Barat, menggelar kegiatan Kopi Darat (Kopdar) di Danau Singkarak, Kabupaten Solok, Minggu (26/2). Puluhan orang dari berbagai daerah di Sumatera Barat dengan belasan unit mobil Timor hadir dalam kegiatan itu.
“Tujuan kopdar ini ialah untuk menyatukan sesama pecinta mobil Timor, sekaligus sebagai ajang menjalin persaudaraan antar pecinta mobil Timor di Ranah Minang,” Kata Mak All Fee, salah satu pecinta mobil Timor asal Lubuk Basung, Kabupaten Agam.
Ia berharap, kegiatan kopdar ini rutin dilakukan walaupun hanya sekedar berkumpul dan mengobrol santai. Selain meningkatkan persaudaraan, kegiatan itu sekaligus bisa untuk saling berbagi informasi yang lebih detail tentang Mobil Timor yang dibutuhkan.
“Dalam ajang tersebut, para pemula juga bisa berkonsultasi tentang keluhan-keluhan dan kerusakan yang dirasa, sebab mobil tersebut sudah tidak memiliki bengkel resmi dan suku cadang aslipun tak lagi diproduksi,” tambahnya.
Salah seorang pecinta mobil Timor lainnya, Yogi mengungkapkan, acara kopdar seperti ini hendaknya rutin dilakukan setiap bulan. Dengan demikian, bisa merangkul dan memperbanyak para pecinta mobil Timor yang ada di Ranah Minang, serta bisa menjadi ajang melakukan kegiatan-kegiatan positif.
“Selain bisa bertemu, kegiatan ini juga saling memberikan pembelajaran dan pemahaman lebih tentang mobil sedan Timor. Berbagi informasi tentang bengkel, spare part, termasuk cara merawat mobil Timor,” kata pecinta mobil Timor asal Kota Padang ini.
Mobil Timor (Teknologi Industri Mobil Rakyat) merupakan mobil yang diproduksi pada era orde baru. Kendaraan dengan kapasitas mesin 1.500 cc ini tidak lagi diproduksi, termasuk suku cadang (spare part) aslinya. Mobil Timor diminati karena harganya sangat murah, meskipun saat ini tidak ada lagi bengkel resmi.
Para pecinta mobil Timor melakukan perawatan dengan berbagai cara, bahkan hingga melakukan tindakan “kanibal” hingga mengambil spare part dari mobil merek lain.
“Bagaimana juga, mobil ini adalah mobil nasonal pertama walapun sempat menjadi sasaran hujatan dan pengrusakan pada masa orde baru,” kata Yudi, pecinta Timor asal Kota Payakumbuh. (fajar)






