Kinerja Ekspor - Impor Sumbar Membaik di Triwulan III 2017
  • Home
  • Berita
  • Kinerja Ekspor – Impor Sumbar Membaik di Triwulan III 2017

Kinerja Ekspor – Impor Sumbar Membaik di Triwulan III 2017

Pertemuan tahunan Bank Indonesia tahun 2017, Kamis (21/12). (febry)

PADANG – Kinerja ekspor dan impor Sumatera Barat pada triwulan III tahun 2017 terpantau membaik. Kondisi ini didorong oleh membaiknya harga komoditas internasional terutama pada komoditas utama yaitu Crude Palm Oil (CPO) dan Karet.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia wilayah Sumatera Barat Endy Dwi Tjahjono dalam pertemuan tahunan KPW Bank Indonesia Sumatera Barat, Kamis (21/12) mengungkapkan, selama triwulan III, harga karet tumbuh sebesar 28.1 persen (year on year/ yoy) setelah turun pada triwulan sebelumnya.

“Pertumbuhan ini merupakan tertinggi dibanding rata-rata historis triwulan III selama tiga tahun terakhir,” ungkapnya.

Sejalan dengan karet, kontraksi harga CPO dunia terpantau membaik dari 6,0 persen (yoy) menjadi 3,4 persen (yoy). Porsi ekspor CPO dan karet yang mencapai 81,3 persen (yoy) di dalam ekspor total Provinsi Sumatera Barat menyebabkan tingginya pengaruh dinamika pasar dua komoditas tersebut pada kinerja ekspor.

Dia menambahkan, selain harga, perbaikan kinerja ekspor ditopang pula oleh meningkatnya permintaan negara mitra dagang utama Sumatera Barat. Hal ini tercermin dari meningkatnya aktivitas industri manufaktur negara mitra dagang utama Sumatera Barat seperti Tiongkok dan Amerika Serikat. Hal tersebut terkonfirmasi dari peningkatan index (PMI) kedua negara tersebut.

Lebih lanjut, perekonomian India yang diperkirakan rebound pada triwulan III 2017 berpengaruh terhadap kinerja perekonomian mengingat pangsa ekspor ke negara tersebut mendominasi total ekspor Sumatera
Barat. Di sisi lain, adanya kebijakan Pemerintah Tiongkok menerapkan program B5 atau biodiesel campuran 5 persen dengan solar memengaruhi permintaan ekspor CPO.

Sementara itu, kinerja impor luar negeri Sumatera Barat kembali meningkat pada triwulan III 2017. Meningkatnya geliat investasi dan membaiknya aktivitas industri pengolahan terindikasi menjadi pendorong kenaikan impor barang luar negeri, khususnya untuk jenis barang modal dan bahan baku.
Kenaikan impor barang modal dan bahan baku tercermin dari meningkatnya nilai impor mesin dan limbah dari industri (pakan ternak) dari USD1,9 juta dan USD3,3 juta pada triwulan II 2017 menjadi USD7,1 juta dan USD5,5 juta. Peningkatan impor mesin sejalan pula dengan hasil liaison salah satu perusahaan kontak yang bergerak di bidang pengolahan karet yang melakukan pembelian mesin untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Kebijakan pemerintah untuk mengembangkan pembibitan sapi ternak menjadi pendorong kenaikan impor pakan ternak. Selain itu, kelangkaan garam yag berimbas pada turunnya kinerja industri pengolahan alas kaki dan kulit pada triwulan II 2017 terindikasi menjadi penyebab kenaikan impor garam pada triwulan III 2017. Hal tersebut dilakukan guna memenuhi kebutuhan bahan baku industri
pengolahan tersebut.

Ditinjau dari klasifikasi pengelompokan barang, impor luar negeri masih didominasi oleh bahan baku (73,7 persen). Nilai impor bahan baku selama triwulan III 2017 tercatat sebesar USD21,7 juta sedangkan berdasarkan negara asal barang, impor luar negeri Sumatera Barat pada triwulan laporan bersumber dari Tiongkok (27,0 persen), Kanada (10,1 persen), dan Amerika Serikat (2,7 persen).

Pertemuan Tahunan Bank Indonesia wilayah Sumatera Barat dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengangkat tema memperkuat momentum. Bank Indonesia menilai pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat terus menunjukkan perbaikan sejak triwulan I hingga triwulan III 2017.

Realisasi pertumbuhan ekonomi triwulan III 2017 tercatat sebesar 5,38 persen (yoy) atau meningkat dibandingkan triwulan II 2017 sebesar 5,33 persen (yoy), bahkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata historis 3 tahun terakhir (2014 2016) sebesar 5,18 persen (yoy). Sumber penopang pertumbuhan ekonomi terutama berasal dari perbaikan kinerja dari sisi domestik maupun eksternal. (feb)

Berita Terkait

Leave a Reply