
PADANG – Gaung sukses Kelurahan Rawang membesut kampung KB Bukik Karan secara mandiri sampai ke Sitiung Dharmasraya. Hal itu ingin diikuti Wali Jorong Sungai Bai, Nagari Sitiung, Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya untuk membangun kampung KB di daerahnya.
Wali Jorong Sungai Bai, Rusdi Cundra menyebut, dirinya mengetahui Kampung KB Bukik Karan dari berbagai pemberitaan media, baik media cetak maupun media sosial. Dia mengagumi semangat warga setempat terutama Lurah Andi Amir yang sangat serius mengubah kawasan tertinggal menuju lebih baik.
“Kami ingin mengikuti kiat – kiat Pak Lurah Andi Amir yang membuat perkembangan pesat Kampung KB Bukik Karan. Padahal baru terbentuk. Dan dibentuk secara mandiri pula,” kata Rusdi saat kunjungannya ke Bukik Karan bersama rombongan yang diterima di Rumah Dataku Bukik Karan oleh Lurah, pokja dan staf BKKBN Sumbar, Jumat (27/12/2019).
Rusdi menuturkan, kampung KB yang dibentuknya dinamakan Kampung KB Selaju Sampan karena olahraga dayung tradisional itu jadi ikon di daerah aliran sungai Batang Hari tersebut. Di sini terdapat 383 jiwa dengan 111 Kepala Keluarga.
“Terbentuk sejak Oktober 2018 lalu, namun progresnya perlu dioptimalkan lagi. Makanya kami ingin melihat kiat – kiat yang dilakukan Pak Lurah (Andi Amir-red),” tuturnya.
Sementara itu, Andi Amir mengungkapkan kilas balik membentuk Kampung KB Bukik Karan. Bermula dari penugasan dirinya sebagai Lurah Rawang. Didapati satu wilayah RW yang agak marjinal dan minim dari infrastruktur dan sarana lainnya.
“Kami dapati wilayah RW VI yang minim infrastruktur dan kurangnya fasilitas serta jarangnya ada pembinaan warga. Hal ini yang ingin kami entaskan dengan menjadikannya kampung KB agar dapat dikeroyok secara lintas sektoral,” kata Andi Amir.
Dia menyebut, pembangunan wilayah kampung KB diawali dengan membangun persepsi dan cara berpikir masyarakatnya. “Kita bangun dulu semangat dan cara pikir masyarakatnya, kemudian kita fasilitasi masyarakat setempat untuk pembinaan potensi,” ujarnya.
Selain itu, Andi Amir menambahkan, perhatian dari kepala daerah untuk kemajuan kampung KB juga yang sangat menentukan. “Walikota Padang termasuk yang sangat perhatian dan peduli untuk pembangunan wilayah tertinggal melalui program kampung KB,” imbuhnya.
Sedangkan dari Badan Kependudukan Keluarga Berencana (BKKBN) Dra. Desra mengungkapkan hal senada. Yang penting dibangun untuk masyarakat di kampung KB adalah semangatnya.
“Bila semangat warga sudah terbangun maka semua bisa diberdayakan. Nantinya diperkuat dengan intervensi dari lintas sektoral,” sebutnya.(der)






