Jika Mahyuddin Terpilih, Golkar Siap Jadi Parpol Pendukung Pemerintah
  • Home
  • Berita
  • Jika Mahyuddin Terpilih, Golkar Siap Jadi Parpol Pendukung Pemerintah

Jika Mahyuddin Terpilih, Golkar Siap Jadi Parpol Pendukung Pemerintah

PADANG- Mahyuddin, calon ketua umum (caketum) Partai Golongan Karya (Golkar) menyatakan siap menjadikan Golkar menjadi parpol pendukung pemerintah jika ia terpilih [ada Musyawarah Nasional (Munas) yang rencananya akan digelar April 2016 mendatang. Berseberangan dengan pemerintah hanya akan merugikan rakyat karena program pembangunan bisa terkendala.

“Saya siap membawa Golkar menjadi parpol pendukung pemerintah karena suara Golkar adalah suara rakyat sehingga dukungan terhadap pemerintah diperlukan dalam membangun untuk kepentingan rakyat,” tegasnya.

Mahyuddin membulatkan tekad maju dalam suksesi kepemimpinan partai berlambang Pohon Beringin tersebut dan siap membawa Golkar ke puncak kejayaan. Seluruh elemen dan kader Golkar akan dirangkul dan disatukan dalam satu atap tanpa ada lagi perbedaan. Seluruh kader diharapkan memiliki komitmen untuk kemajuan bangsa dan negara serta kejayaan Golkar.

Menjadi partai pendukung pemerintah, katanya, tidak sekedar mengikuti apa yang diingini oleh pemerintah namun berperan aktif dalam memberikan masukan agar perjalanan pemerintah dapat terlaksana dengan baik dan terkontrol.

Partai Golkar akan menggelar Munas, seiring keluarnya putusan hukum yang menolak gugatan kepengurusan versi Munas Ancol yang merupakan kubu Agung Laksono. Ia tidak mengartikannya sebagai soal kalah atau menang namun pemikirannya adalah pengakuan bahwa kepengurusan yang berkekuatan hukum adalah versi Munas Bali atau Munas Riau pada periode sebelumnya.

Jika ia terpilih, Mahyuddin menegaskan tidak akan membuka gap dengan kubu Agung Laksono namun akan merangkul kembali untuk bersatu di bawah naungan pohon Beringin dan membulatkan tekad bersama-sama mengembalikan kejayaan Partai Golkar.

Terkait pencalonan Ketua Umum di tubuh Golkar, saat ini mencuat beberapa nama. Selain Mahyuddin, ada nama mantan Ketua DPR RI Setya Novanto, Idrus Marham, Priyo Budi Santoso, Airlangga Hertanto dan sejumlah nama lainnya. Sulit diprediksi siapa calon terkuat yang akan menggantikan posisi Aburizal Bakrie karena seluruh caketum mendapat respon positif dari DPD I dan DPD II dari seluuruh Indonesia. (feb)

Berita Terkait

Leave a Reply